Kamis, 16 April 2026

Morowali Hari Ini

Kasus Malaria di Morowali Meningkat Tajam 2025, Bahodopi Tertinggi

Jumlah tersebut meningkat pada 2022 menjadi 19 kasus, lalu kembali menurun pada 2023 menjadi 10 kasus.

|
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Ismet Togean 20
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus malaria di Kabupaten Morowali menunjukkan fluktuasi antara tahun 2020 hingga 2025, dengan lonjakan tajam terjadi dalam dua tahun terakhir.
  • Puskesmas Laantula Jaya (16 kasus), Lafue (12 kasus), Bahomotefe (11 kasus), Bahonsuai (10 kasus), dan Wosu (10 kasus) melaporkan jumlah kasus yang lebih rendah.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Kasus Malaria di Kabupaten Morowali selama periode 2020 hingga 2025 menunjukkan tren fluktuatif, dengan lonjakan signifikan terjadi dalam dua tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa, saat diwawancarai TribunPalu.com, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan data kasus Malaria per puskesmas, total kasus di Kabupaten Morowali pada 2020 dan 2021 masing-masing tercatat 10 kasus. 

Jumlah tersebut meningkat pada 2022 menjadi 19 kasus, lalu kembali menurun pada 2023 menjadi 10 kasus.

Namun, lonjakan tajam terjadi pada 2024 dengan total 127 kasus, dan kembali meningkat pada 2025 menjadi 179 kasus.

Baca juga: Kasus DBD di Morowali Fluktuatif, Tahun 2024 Tertinggi Capai 394 Kasus

“Terjadi peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Nurasiah.

Puskesmas Bahodopi menjadi wilayah dengan kasus Malaria tertinggi. 

Pada 2024, Bahodopi mencatat 49 kasus, dan meningkat menjadi 61 kasus pada 2025.

Disusul Puskesmas Fonuasingko dengan 33 kasus pada 2025, serta Puskesmas Bungku yang mencatat 22 kasus. 

Puskesmas Laantula Jaya melaporkan 16 kasus, Lafue 12 kasus, Bahomotefe 11 kasus, Bahonsuai 10 kasus, serta Wosu 10 kasus pada tahun yang sama.

Sementara itu, Puskesmas Tanjung Harapan dan Kaleroang mencatat kasus dalam jumlah relatif kecil. 

Adapun Puskesmas Ulunambo dilaporkan nihil kasus Malaria sepanjang periode pengamatan. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved