Senin, 27 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Plt Kadisnakertrans Parimo Nilai Polemik Magang Jepang Dipicu Masalah Komunikasi

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menilai persoalan yang mencuat tidak lepas dari lemahnya komunikasi antar pihak.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Abdul Humul Faaiz
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Parigi Moutong, Abdul Malik. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengomentari dinamika dalam program pendidikan dan pelatihan kerja menuju magang ke Jepang yang dilaksanakan oleh LPK Kesaku.
  • Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyatakan bahwa masalah yang timbul disebabkan oleh lemahnya komunikasi antara pihak-pihak terkait.
  • Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Malik, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan peserta pelatihan.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong angkat bicara terkait dinamika dalam program pendidikan dan pelatihan kerja menuju magang ke Jepang yang dimentori LPK Kesaku.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menilai persoalan yang mencuat tidak lepas dari lemahnya komunikasi antar pihak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Parigi Moutong, Abdul Malik, mengatakan pihaknya telah menghubungi dan berbicara langsung dengan peserta yang masih mengikuti pelatihan maupun yang telah memilih mundur.

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan peserta aktif dan yang telah mengundurkan diri, dan memang ada miskomunikasi antara pemerintah daerah, LPK, dan peserta,” ujar Abdul Malik saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Enos DPRD Sigi Serap Aspirasi Masyarakat Boyabaliase dan Ongulero

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Pembenahan akan difokuskan pada sistem koordinasi dan pola penyampaian informasi agar tidak lagi memunculkan perbedaan pemahaman.

Menurutnya, perlindungan terhadap peserta tetap menjadi prioritas.

Pemda memastikan tidak ada pihak yang dibenarkan melakukan tekanan atau tindakan yang menimbulkan rasa tidak nyaman bagi peserta.

Abdul Malik juga menyatakan kesiapan pemerintah menjamin keamanan serta ketenangan peserta selama proses pelatihan berlangsung, termasuk mengawal proses pemulangan bagi peserta yang telah mengundurkan diri.

Ia berharap program peningkatan kompetensi itu tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni membuka peluang kerja dan meningkatkan keterampilan generasi muda daerah.

Baca juga: Kapolsek Bahodopi Tegaskan Tidak Ada Laporan Kekerasan terhadap Jurnalis

Sebelumnya, salah satu peserta program, Mohammad Abdillah Putra, menyampaikan keberatan atas sejumlah hal yang ia nilai tidak transparan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengaku merasa tidak nyaman setelah menyampaikan dugaan kejanggalan kepada media dan mempertanyakan kesesuaian antara penjelasan yang diterima dengan laporan yang disebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved