Parigi Moutong Hari Ini
Plt Kadisnakertrans Parimo Nilai Polemik Magang Jepang Dipicu Masalah Komunikasi
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menilai persoalan yang mencuat tidak lepas dari lemahnya komunikasi antar pihak.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengomentari dinamika dalam program pendidikan dan pelatihan kerja menuju magang ke Jepang yang dilaksanakan oleh LPK Kesaku.
- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyatakan bahwa masalah yang timbul disebabkan oleh lemahnya komunikasi antara pihak-pihak terkait.
- Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Malik, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan peserta pelatihan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong angkat bicara terkait dinamika dalam program pendidikan dan pelatihan kerja menuju magang ke Jepang yang dimentori LPK Kesaku.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menilai persoalan yang mencuat tidak lepas dari lemahnya komunikasi antar pihak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Parigi Moutong, Abdul Malik, mengatakan pihaknya telah menghubungi dan berbicara langsung dengan peserta yang masih mengikuti pelatihan maupun yang telah memilih mundur.
“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan peserta aktif dan yang telah mengundurkan diri, dan memang ada miskomunikasi antara pemerintah daerah, LPK, dan peserta,” ujar Abdul Malik saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Enos DPRD Sigi Serap Aspirasi Masyarakat Boyabaliase dan Ongulero
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Pembenahan akan difokuskan pada sistem koordinasi dan pola penyampaian informasi agar tidak lagi memunculkan perbedaan pemahaman.
Menurutnya, perlindungan terhadap peserta tetap menjadi prioritas.
Pemda memastikan tidak ada pihak yang dibenarkan melakukan tekanan atau tindakan yang menimbulkan rasa tidak nyaman bagi peserta.
Abdul Malik juga menyatakan kesiapan pemerintah menjamin keamanan serta ketenangan peserta selama proses pelatihan berlangsung, termasuk mengawal proses pemulangan bagi peserta yang telah mengundurkan diri.
Ia berharap program peningkatan kompetensi itu tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni membuka peluang kerja dan meningkatkan keterampilan generasi muda daerah.
Baca juga: Kapolsek Bahodopi Tegaskan Tidak Ada Laporan Kekerasan terhadap Jurnalis
Sebelumnya, salah satu peserta program, Mohammad Abdillah Putra, menyampaikan keberatan atas sejumlah hal yang ia nilai tidak transparan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia mengaku merasa tidak nyaman setelah menyampaikan dugaan kejanggalan kepada media dan mempertanyakan kesesuaian antara penjelasan yang diterima dengan laporan yang disebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
| Jam Operasi SAR Nelayan di Parigi Moutong, Ditemukan 3,3 Mil dari Titik Hilang |
|
|---|
| GEKRAFS Dorong Produk Kreatif Parigi Moutong Tembus Pasar Lebih Luas |
|
|---|
| Nelayan Hilang di Laut Parigi Moutong Ditemukan Meninggal, Evakuasi Libatkan Warga hingga Aparat |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Nelayan Hilang di Perairan Parigi Moutong, SAR Dikerahkan |
|
|---|
| Pemkab Parigi Moutong Siapkan Seleksi JPT Pratama, Kesempatan Emas bagi ASN Berkompeten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000365906jpg.jpg)