Parigi Moutong Hari Ini
Pawai Obor Sambut Ramadan, Tradisi yang Terus Dijaga di Parigi Moutong
Dari jarak beberapa puluh meter, cahaya api sudah terlihat berderet panjang seperti garis menyala.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Pawai Obor berlangsung pada Senin malam, 16 Februari 2026, dimulai pukul 20.00 Wita dan berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.
- Ratusan warga, termasuk anak-anak, remaja, dan ibu-ibu, turut serta dalam pawai ini.
- Pawai dimulai dari Desa Pelawa Baru, melintasi Jl. Trans Sulawesi, dengan rumah-rumah warga menjadi latar belakangnya.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Ratusan warga memadati ruas jalan di Kecamatan Parigi Utara, Senin malam (16/2/2026), mengikuti Pawai Obor menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian serta dukungan pemerintah kecamatan.
Sejak pukul 20.00 Wita, arus manusia mulai bergerak dari Desa Pelawa Baru.
Dari jarak beberapa puluh meter, cahaya api sudah terlihat berderet panjang seperti garis menyala yang membelah gelapnya Jl. Trans Sulawesi di desa itu.
Terlihat bagaimana anak-anak berjalan di antara orang dewasa, menggenggam bambu dengan ujung kain menyala.
Baca juga: Kukuhkan Pengurus KKB Sulteng, Anwar Hafid Gaungkan Solidaritas dan Pendataan Warga Bungku
Api kecil itu berpendar, sesekali tertiup angin, namun tetap bertahan sepanjang perjalanan.
Di sisi kiri jalan, rumah-rumah warga menjadi latar pawai. Beberapa masyarakat berdiri di depan rumah menyaksikan rombongan melintas.
Sebagian mengabadikan momen dengan telepon genggam, sebagian hanya tersenyum menyambut barisan obor.
Barisan peserta memenuhi hampir seluruh badan jalan. Namun arus tetap terkendali.
Di sejumlah persimpangan, anggota kepolisian berdiri mengatur lalu lintas.
Lampu jalan menyorot kerumunan, menciptakan perpaduan cahaya kuning dari api obor dan putih dari penerangan jalan.
Baca juga: Warga Tondo Gelar Pawai Obor Sambut Bulan Ramadhan
Seorang anggota Bhabinkamtibmas terlihat mengawal menggunakan sepeda motor dinas.
| Tempuh Jalur Ekstrem, Fathia Serap Aspirasi Warga Taedo Parigi Moutong |
|
|---|
| Produksi Durian Montong di Parigi Moutong Anjlok Hingga 90 Persen Akibat Penyakit Bangkalan |
|
|---|
| Jam Operasi SAR Nelayan di Parigi Moutong, Ditemukan 3,3 Mil dari Titik Hilang |
|
|---|
| GEKRAFS Dorong Produk Kreatif Parigi Moutong Tembus Pasar Lebih Luas |
|
|---|
| Nelayan Hilang di Laut Parigi Moutong Ditemukan Meninggal, Evakuasi Libatkan Warga hingga Aparat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000370074jpgasassa.jpg)