Sabtu, 11 April 2026

Morowali Hari Ini

Dari Ketinggian, Tradisi Ndengu-Ndengu Ramaikan Sahur di Morowali

Bagian lantai menggunakan papan yang dipasang rapi sebagai pijakan bagi para pemuda yang beraktivitas di atas menara.

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Ismet/TribunPalu/Ismet Togean 20
TRADISI SAHUR - Tradisi Ndengu-ndengu menjadi pemandangan unik selalu hadir selama bulan Ramadan di wilayah Bungku dan sekitarnya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi Ndengu-ndengu di Bungku, Kabupaten Morowali, hadir setiap Ramadan untuk membangunkan warga sahur sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan warisan budaya lokal.
  • Aktivitas berlangsung di menara bambu setinggi 15 meter, tempat pemuda memainkan alat musik tradisional seperti gong, gulintang, dan rebana.
  • Struktur menara dulunya dikenal sebagai Raha Sampela pada masa Kerajaan Bungku sebagai rumah pengawas, kini bertransformasi menjadi tradisi budaya.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Tradisi Ndengu-ndengu menjadi pemandangan unik selalu hadir selama bulan Ramadan di wilayah Bungku dan sekitarnya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Tradisi lokal ini tidak hanya berfungsi membangunkan warga untuk sahur, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan serta warisan budaya yang tetap terjaga hingga kini.

Dari atas ketinggian, aktivitas Ndengu-ndengu berlangsung di sebuah bangunan sederhana yang seluruh strukturnya didominasi bahan bambu. 

Baca juga: 192 UMKM Lokal Kota Palu Ramaikan Pasar Ramadan hingga 18 Maret 2026

Batang bambu dijadikan tiang utama penyangga, sementara balok-balok berukuran kecil disusun sebagai rangka rumahnya. 

Bagian lantai menggunakan papan yang dipasang rapi sebagai pijakan bagi para pemuda yang beraktivitas di atas menara.

Bangunan tersebut berdiri kokoh dengan ketinggian sekitar 15 meter dan luas kurang lebih satu meter persegi. 

Struktur ini menjadi pusat aktivitas para pemuda yang memainkan alat musik tradisional.
 
 Sebelum mencapai puncak Ndengu-ndengu, para pemuda harus menaiki tangga tradisional yang terbuat dari dua batang bambu sebagai rangka utama. 

Ndengu-ndengu
TRADISI SAHUR - Tradisi Ndengu-ndengu menjadi pemandangan unik selalu hadir selama bulan Ramadan di wilayah Bungku dan sekitarnya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Pada bagian tengahnya dipasang potongan kayu berbentuk bulat sebagai pijakan. 

Tangga sederhana tersebut menuntut keseimbangan dan kehati-hatian saat dinaiki.

Bagian atas bangunan beratapkan rumbia dan dihiasi lampu-lampu dekoratif yang memancarkan cahaya indah pada malam hari. 

Baca juga: Kota Palu Dominasi Transaksi QRIS di Sulteng dengan 10 Juta Transaksi pada 2025

Ornamen berbentuk kubah masjid menambah nuansa religius sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan dari bawah.

Di atas menara bambu tersebut, berbagai alat musik tradisional seperti gong, gulintang, dan rebana dimainkan secara bersamaan. 

Alat musik dipukul dengan irama berbeda namun harmonis, menghasilkan dentuman ritmis yang menggema hingga ke permukiman warga sebagai penanda waktu sahur.

Keseruan semakin terasa dengan keterlibatan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Bahoruru. 

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved