Parigi Moutong Hari Ini
Pasar Ramadan di Parimo Sepi, Sayutin Budianto: Harusnya Dipetakan 2 Bulan Sebelum Ramadan
Pusat takjil tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi warga setelah salat tarawih dengan dukungan penerangan yang memadai.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menilai sepinya Pasar Ramadan di Pasar Sentral Parigi disebabkan kurangnya perencanaan dan pemetaan lokasi sejak jauh hari sebelum Ramadan.
- Ia mengusulkan pusat takjil dipusatkan di kawasan Alun-alun Jalur Dua yang dinilai lebih luas, nyaman, memiliki area parkir memadai, dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
- Sayutin menekankan pentingnya koordinasi lintas OPD serta sosialisasi kepada pedagang agar penataan pasar lebih terstruktur.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Sepinya Pasar Ramadan di Pasar Sentral Parigi pada hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026), mendapat sorotan dari DPRD Parigi Moutong.
Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menilai penempatan dan perencanaan pasar takjil seharusnya sudah dipetakan jauh sebelum Ramadan dimulai.
Menurutnya, pemetaan lokasi dan pendataan pelaku UMKM idealnya dilakukan satu hingga dua bulan sebelumnya agar penataan lebih matang dan tidak terkesan mendadak.
Baca juga: AS Hapus Bea Masuk 1.819 Produk Indonesia, Minyak Sawit hingga Komponen Pesawat Jadi 0 Persen
“Harusnya ini dilakukan sejak satu atau dua bulan lalu untuk melakukan pemetaan dan pendekatan kepada pedagang. Kita sudah tahu titik-titik pedagang takjil setiap tahun, jadi seharusnya lebih mudah ditata,” ujarnya dalam Whatsapp group, Kamis malam.
Ia juga mengakui belum ada pembahasan teknis bersama DPRD terkait penempatan pusat takjil tahun ini.
Koordinasi lintas sektor dinilai masih kurang maksimal.
Menurut Sayutin, Komisi II DPRD semestinya sudah menggelar rapat kerja teknis sebelum Ramadan untuk membahas tata letak pusat takjil dan pemisahan antara pasar induk kebutuhan pokok dengan pusat penjualan takjil.
Ia mencontohkan penataan di Kota Palu menempatkan pusat Ramadan di lokasi strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
Baca juga: Rutan Kelas IIA Palu Tetapkan Jadwal Kunjungan dan Penitipan Barang Selama Ramadan 1447 H
Di Parigi, ia mengusulkan agar pusat takjil dipertimbangkan di kawasan Alun-alun Jalur Dua karena lebih luas, tidak berdebu, serta memiliki area parkir memadai tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Menurutnya, jika direncanakan dengan matang dan disertai sosialisasi intensif, pedagang takjil kemungkinan besar bersedia dipusatkan di satu lokasi.
Bahkan, pusat takjil tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi warga setelah salat tarawih dengan dukungan penerangan yang memadai.
Sayutin menegaskan pendekatan persuasif sangat penting, terutama kepada pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di titik tertentu.
“Pedagang yang sudah lama menempati lokasi tertentu tidak bisa langsung digeser. Harus ada pendekatan dan sosialisasi sejak awal,” tegas politikus Partai Nasdem itu.
Ia menilai koordinasi dan komunikasi aktif lintas OPD serta pelibatan organisasi pelaku usaha akan membuka ruang solusi yang lebih efektif.
Baca juga: Wabup Sigi Apresiasi Nakes Puskesmas Palolo, Dorong Budaya Bersih Jadi Contoh Fasilitas Kesehatan
Sepinya pasar Ramadan di hari pertama puasa, menurutnya, menjadi catatan penting agar perencanaan ke depan lebih terstruktur.
Momentum Ramadan, kata dia, seharusnya tidak hanya menjadi agenda musiman, tetapi juga peluang menata pusat ekonomi UMKM secara lebih tertib, nyaman, dan berdampak luas bagi masyarakat Parigi Moutong.(*)
Kabupaten Parigi Moutong
Sulawesi Tengah
DPRD Parigi Moutong
Sayutin Budianto
Pasar Sentral Parigi
UMKM
| Dugaan Takaran BBM Tidak Tepat, Konsumen SPBU Toboli Parigi Moutong Protes ke Petugas |
|
|---|
| Hujan Deras, Dua Desa di Kecamatan Moutong Parigi Terendam Banjir, Tiga Titik Tanggul Jebol |
|
|---|
| Video Dugaan Penculikan Anak di Parigi Moutong Dipastikan Hoaks, Polisi Beri Klarifikasi |
|
|---|
| Sungai Uwetua Meluap, Jalan Trans Sulawesi Parigi Moutong Tergenang 50 cm |
|
|---|
| Ketua DPRD Parimo Sebut Jembatan Rusak di Balinggi Jati Sudah Masuk Rencana Perbaikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Pasar-Ramadan-di-Parimo-Sepi.jpg)