Kamis, 23 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Sayutin Budianto Usul Pasar Ramadan Dipindah ke Alun-alun Jalur Dua Parigi

Sayutin Budianto menilai jika dipusatkan di alun-alun dengan dukungan penerangan yang memadai, pedagang tidak hanya berjualan menjelang berbuka.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
handover/facebook
SOROTI PASAR RAMADAN SEPI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, mengusulkan agar pusat Pasar Ramadan dipindahkan ke Alun-alun Jalur Dua Parigi karena lokasinya strategis.
  • Sayutin menekankan pentingnya memisahkan pusat penjualan takjil dari pasar induk kebutuhan pokok agar penataan lebih tertib dan pengunjung lebih fokus.
  • Ia menyoroti perlunya pemetaan UMKM, pendekatan persuasif kepada pedagang, dan koordinasi lintas OPD agar pusat takjil dapat menjadi ikon tahunan yang nyaman, tertib.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, mengusulkan agar pusat Pasar Ramadan dipindahkan ke kawasan Alun-alun Jalur Dua Parigi.

Usulan itu disampaikan menyusul kondisi Pasar Ramadan di kawasan Pasar Sentral Parigi terpantau sepi pada hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026).

Menurut Sayutin Budianto, Alun-alun Jalur Dua dinilai lebih representatif karena lokasinya berada di tengah kota dan mudah dijangkau masyarakat dari berbagai arah.

Baca juga: Prediksi Skor Persik Kediri vs Bhayangkara FC Malam Ini:Siapa Perbaiki Posisi di Klasemen Malam Ini?

Ia menilai kawasan tersebut memiliki ruang terbuka yang lebih luas, tidak berdebu, serta tersedia area parkir di sisi selatan, utara dan barat tanpa mengganggu arus lalu lintas di depan kantor bupati.

“Bagusnya itu di Alun-alun Jalur Dua, di dalam lokasi alun-alun. Parkirnya bisa di sebelah selatan, utara dan barat agar tidak mengganggu jalan utama. Kalau direncanakan matang, pusat takjil bisa hidup,” ujarnya, dalam Whatsapp group.

Ia juga mengusulkan agar pusat penjualan takjil dipisahkan dari pasar induk kebutuhan sembako.

Sebab menurutnya, pemisahan tersebut akan membuat penataan lebih tertib dan pengunjung lebih fokus.

Sayutin Budianto menilai jika dipusatkan di alun-alun dengan dukungan penerangan yang memadai, pedagang tidak hanya berjualan menjelang berbuka, tetapi juga bisa melanjutkan aktivitas setelah salat tarawih.

Konsep tersebut, kata dia, berpotensi menjadikan kawasan alun-alun sebagai ruang interaksi masyarakat setiap sore hingga malam selama Ramadan.

Baca juga: BP3MI Sulteng Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI Asal Kayumalue Palu dari Malaysia

Ia meyakini pedagang takjil bersedia dipusatkan di lokasi tersebut apabila dilakukan pendekatan dan sosialisasi secara intensif.

Menurutnya, perencanaan yang matang perlu disiapkan sejak jauh hari, termasuk pemetaan data UMKM dan antisipasi pedagang musiman yang muncul saat Ramadan.

Pasar Ramadan di Parimo Sepi, Sayutin Budianto: Harusnya Dipetakan 2 Bulan Sebelum Ramadan
PASAR RAMADAN - Pasar Ramadan di kawasan Pasar Sentral Parigi tampak sepi pada hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026) sore. (TribunPalu/Faaiz/Abdul Humul Faaiz)

“Kalau perencanaan dan pemetaan dilakukan dengan baik, saya yakin pedagang mau diarahkan ke satu lokasi. Tinggal bagaimana pendekatan dan koordinasinya,” kata Ketua DPD Partai Nasdem Parigi Moutong itu.

Ia menegaskan koordinasi lintas OPD dan komunikasi aktif dengan pelaku usaha sangat menentukan keberhasilan penataan pasar Ramadan.

Sayutin optimistis, dengan tata kelola yang lebih terencana, pusat takjil di Parigi bisa menjadi ikon tahunan yang tertib, nyaman dan berdampak pada perputaran ekonomi UMKM.

Baca juga: Masjid Agung An-nur Luwuk Siapkan 29 Penceramah Selama Ramadan 2026

Menurutnya, momentum Ramadan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas musiman, tetapi juga peluang membangun pusat ekonomi rakyat yang lebih terorganisir di jantung Kota Parigi.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved