Rabu, 8 April 2026

Harga LPG 3 KG Meroket

Selisih Rp52 Ribu dari HET, Harga Gas di Parimo Tak Terkendali

Artinya, jika harga di pengecer mencapai Rp70 ribu, terdapat selisih hingga Rp52 ribu dari HET Rp18 ribu.

|
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Handover
Harga gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Parigi Moutong mengalami lonjakan signifikan di tingkat pengecer. 

Ringkasan Berita:
  • Harga gas elpiji 3 kilogram melonjak tajam di tingkat pengecer di Kabupaten Parigi Moutong, mencapai hingga Rp70 ribu per tabung.
  • Di Parigi Selatan pangkalan menjual Rp27 ribu–Rp35 ribu, sedangkan pengecer menjual Rp40 ribu–Rp60 ribu.
  • Di Bolano Lambunu pangkalan menjual Rp35 ribu, pengecer menjual Rp50 ribu–Rp70 ribu.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Harga gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Parigi Moutong melonjak tajam di tingkat pengecer.

Di sejumlah wilayah, harga bahkan menembus Rp70 ribu per tabung.

Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi di Parigi Moutong jauh lebih rendah.

Mengacu pada Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 2 Tahun 2021, HET elpiji 3 kilogram di Kecamatan Parigi, Parigi Selatan, Parigi Tengah, dan Parigi Barat sebesar Rp18 ribu per tabung.

Untuk Kecamatan Kasimbar, HET ditetapkan Rp19.900 per tabung.

Baca juga: Kode Redeem FC Mobile Terbaru Rabu 25 Februari 2026, Klaim 1 Juta Coins Gratis

Sementara Kecamatan Ongka Malino, Bolano, dan Bolano Lambunu memiliki HET Rp24.200 per tabung.

Artinya, jika harga di pengecer mencapai Rp70 ribu, terdapat selisih hingga Rp52 ribu dari HET Rp18 ribu.

Pemantauan TribunPalu.com di Parigi Selatan menunjukkan harga di pangkalan berkisar Rp27 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.

Harga tersebut sudah melampaui HET yang seharusnya Rp18 ribu.

Di tingkat pengecer Parigi Selatan, harga dijual kembali antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bolano Lambunu.

Pangkalan menjual sekitar Rp35 ribu per tabung, sementara pengecer mematok harga Rp50 ribu hingga Rp70 ribu.

Selisih harga yang signifikan ini memicu beban tambahan bagi masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.

Baca juga: Demo di Kantor DPRD Sulteng, Massa Aksi Sampaikan 12 Isu Tuntutan, Termasuk Hapus MBG

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved