Sulteng Hari Ini
PT LTT Perkuat Komitmen CSR Lewat 4 Pilar Pembangunan Berkelanjutan di Donggala
Program CSR perusahaan dijalankan secara terarah melalui empat pilar utama sebagai bentuk komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat.
TRIBUNPALU.COM, PALU - PT Lestari Tani Teladan (LTT) menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Seluruh program tersebut dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Manajemen PT LTT Kartina menyampaikan, program CSR perusahaan dijalankan secara terarah melalui empat pilar utama sebagai bentuk komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, program CSR kami difokuskan pada empat pilar utama yang menyentuh kebutuhan dasar warga,” ujar Kartina melalui rilisnya, Kamis (26/2/2026).
Dalam pilar kesehatan, Perusahaan Sawit yang beroperasi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, itu menjalankan berbagai program peningkatan layanan kesehatan masyarakat, mulai dari dukungan untuk posyandu, penyuluhan gizi, hingga pemeriksaan kesehatan gratis di wilayah sekitar operasional.
Baca juga: Dari Sekolah hingga Pasar Murah, CSR PT LTT Berdampak Nyata bagi Warga Towiora Donggala
Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat akses terhadap layanan dasar.
Di bidang pendidikan, PT Lestari Tani Teladan memberikan dukungan berupa bantuan perlengkapan sekolah, beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Program itu diharapkan dapat mendorong pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah binaan.
Sementara itu, pada pilar ekonomi, perusahaan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pendampingan kelompok tani guna menciptakan kemandirian ekonomi warga.
Di sektor lingkungan, berbagai program pelestarian alam juga dijalankan, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
Selain menjalankan program berkelanjutan, perusahaan juga menunjukkan kepedulian saat terjadi bencana banjir di sejumlah wilayah operasional.
Berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat, perusahaan menurunkan alat berat untuk membantu pembersihan material banjir serta melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak, termasuk akses jalan dan fasilitas umum.
Baca juga: Mudik Lebaran, Batik Air Buka Penerbangan Langsung Luwuk-Jakarta
Kartina menegaskan, keterlibatan perusahaan dalam penanganan pascabencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Dengan dukungan alat berat dan perbaikan infrastruktur, kami berharap aktivitas warga dapat segera pulih dan roda perekonomian kembali berjalan,” tambahnya.
Melalui empat pilar CSR serta aksi tanggap darurat tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat dan menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.(*)
| Ditjenpas Sulteng Perkuat Komitmen Zero Halinar, 30 Pegawai Jalani Tes Urine |
|
|---|
| Ikrar Zero Halinar Serentak, Kanwil Ditjenpas Sulteng Perkuat Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal |
|
|---|
| PHK dan Outsourcing Jadi Sorotan, Aliansi Burasa Siapkan Demo Susulan di Palu |
|
|---|
| Aliansi Burasa Soroti Outsourcing dan PHK 80 Karyawan PT RSJ di Morowali |
|
|---|
| KPID Sulteng Dorong Pengawasan Siaran dan Sistem Peringatan Dini Bencana di Sigi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/PT-LTT.jpg)