Selasa, 14 April 2026

Sulteng Hari Ini

BI Sulteng Catat 1.755 Temuan Rupiah Tidak Asli sejak Tahun 2014

Data tersebut berasal dari permintaan klarifikasi perbankan atas laporan masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah.

|
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
TEMUAN RUPIAH TIDAK ASLI - Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna 

Ringkasan Berita:
  • Sejak 2014 hingga 2025, BI Perwakilan Sulawesi Tengah mencatat 1.755 lembar rupiah tidak asli dari laporan masyarakat, dengan 78 persen temuan berasal dari klarifikasi perbankan.
  • Pertumbuhan temuan uang tidak asli di Sulteng turun menjadi 34% pada 2025 dibanding 69% di 2024; secara nasional, rasio temuan turun dari 5 PPM menjadi 4 PPM.
  • BI menerapkan strategi pre-emptive (penguatan fitur keamanan uang), edukatif (metode 3D: dilihat, diraba, diterawang).

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zufadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 1.755 lembar rupiah tidak asli ditemukan sepanjang periode 2014 hingga 2025.

Data tersebut berasal dari permintaan klarifikasi perbankan atas laporan masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah.

Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menjelaskan sebanyak 78 persen dari total temuan tersebut diperoleh melalui klarifikasi yang dilakukan pihak perbankan.

Baca juga: Temuan Uang Palsu di Sulteng Turun 34 Persen pada 2025, BI Tetap Waspada

“Sebagian besar temuan berasal dari klarifikasi perbankan atas laporan masyarakat,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Meski akumulasi temuan sejak 2014 cukup signifikan, Irfan menyebut tren pertumbuhan uang tidak asli di Sulawesi Tengah pada 2025 justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara year on year (YoY), pertumbuhan temuan pada 2025 tercatat sekitar 34 persen, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 69 persen.

Secara nasional, rasio temuan uang tidak asli per satu juta lembar uang beredar juga menunjukkan perbaikan. 

Pada 2024 tercatat 4 PPM (pieces per million) atau 4 lembar per satu juta lembar uang beredar, turun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 5 PPM.

Selain data dari perbankan, berdasarkan hasil temuan Polda Sulteng, terdapat 3.274 lembar rupiah tidak asli yang berhasil diamankan. 

Jumlah tersebut dinilai masih berpotensi bertambah sehingga tetap menjadi tantangan dalam pengawasan peredaran uang.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah, melaksanakan pemusnahan fisik rupiah tidak asli pada Kamis (5/3/2026)
PEMUSNAHAN UANG TIDAK ASLI - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah, melaksanakan pemusnahan fisik rupiah tidak asli pada Kamis (5/3/2026) (TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli)

BI Sulteng sendiri telah melakukan pemusnahan ribuan lembar uang tidak asli tersebut sebagai bagian dari langkah strategis penanganan.

Baca juga: Daftar Harga HP Samsung Menjelang Lebaran 2026: Cek HP Samsung Mulai Harga 2 Jutaan

Irfan menegaskan, meski tren menunjukkan penurunan, kewaspadaan tetap harus dijaga. Ia mengingatkan masyarakat untuk teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi cepat pada malam hari di toko atau ruko.

Untuk menekan peredaran uang tidak asli, BI menerapkan tiga strategi utama, yakni pre-emptive, edukatif, dan represif.

Dari sisi pre-emptive, penguatan fitur keamanan dilakukan sejak proses pencetakan uang. Dari sisi edukatif, BI terus mengampanyekan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Sementara langkah represif ditempuh melalui penegakan hukum terhadap pelaku pemalsuan uang guna memberikan efek jera.

Baca juga: Zodiak Hari Jumat 6 Maret 2026: Taurus Hindari Orang Toxic, Libra Sedikit Frustrasi

“Risiko hukum yang berat tentu tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh,” tegas Irfan.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved