Selasa, 14 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Zulfinasran Minta Warga Laporkan jika Ada Pangkalan dan Pengecer Jual Elpiji 3 Kg di Atas HET

Menurutnya, laporan masyarakat penting agar pemerintah dapat segera menindaklanjuti praktik penjualan yang merugikan warga.

|
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Jolinda Amoreka
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong meminta masyarakat ikut mengawasi penjualan gas elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan maupun pengecer. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Parigi Moutong mengimbau masyarakat mengawasi penjualan gas melon di pangkalan dan pengecer, serta melaporkan jika dijual di atas HET.
  • Laporan bisa disampaikan ke Satgas Saber (0853-8545-033) atau Ketahanan Pangan (0852-4109-7366); identitas pelapor dijamin rahasia.
  • Pemkab juga memantau minyak goreng (HET di bawah Rp18 ribu/liter, beberapa dijual Rp20 ribu).

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong meminta masyarakat ikut mengawasi penjualan gas elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan maupun pengecer.

Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, mengimbau warga segera melapor jika menemukan penjualan gas melon di atas harga eceran tertinggi (HET).

Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir pemerintah menerima laporan adanya kenaikan harga elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah.

“Kalau ada pangkalan atau pengecer yang menjual di atas HET, silakan dilaporkan. Kami sudah menyiapkan nomor pengaduan,” kata Zulfinasran dalam Safari Ramadab di Desa Purwosari, Kecamatan Torue, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, laporan masyarakat penting agar pemerintah dapat segera menindaklanjuti praktik penjualan yang merugikan warga.

Baca juga: Alumni FH Untad Angkatan 2001 Berbagi Sedekah Ramadan di Panti Asuhan Al Mursalat Palu

Pemerintah daerah juga menjamin identitas pelapor akan dirahasiakan.

Warga dapat menyampaikan laporan melalui nomor Satgas Saber di 0853-8545-033 atau Ketahanan Pangan di 0852-4109-7366.

Selain elpiji, pemerintah daerah juga memantau kenaikan harga bahan pokok lain di pasar.

Salah satunya minyak goreng merek Minyak Kita yang sempat ditemukan dijual di atas harga eceran tertinggi.

Zulfinasran menjelaskan, HET minyak goreng tersebut berada di bawah Rp18 ribu per liter.

Namun di lapangan ditemukan pedagang yang menjual hingga Rp20 ribu per liter.

“Kami tidak melarang pengecer menjual, tetapi jangan sampai harganya naik terlalu besar,” ujar Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) itu.

Ia juga menyoroti lonjakan harga elpiji 3 kilogram yang sempat mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per tabung.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved