Jumat, 5 Juni 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Puluhan Anak Muda Parigi Ramaikan Lomba Lari Tradisional Malam Ramadan

Puluhan Anak Muda Parigi Ramaikan Lomba Lari Tradisional Malam Ramadan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
LOMBA LARI TRADISIONAL - Puluhan anak muda di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, meramaikan lomba lari tradisional “Sicepat Petir”, Selasa malam (10/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan anak muda di Kabupaten Parigi Moutong mengikuti lomba lari tradisional “Sicepat Petir” sejauh 100 meter yang digelar di kawasan Tugu Merkuri, Parigi, Selasa malam (10/3/2026).
  • Lomba yang digelar oleh APT Collaboration (Agus Petir Collaboration) itu diikuti peserta dari berbagai wilayah dengan dua kategori, yakni umum non-atlet dan pemula usia di bawah 20 tahun.
  • Kegiatan yang berlangsung pada malam Ramadan ini menarik ratusan penonton.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Puluhan anak muda di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, meramaikan lomba lari tradisional “Sicepat Petir”, Selasa malam (10/3/2026).

Lomba lari sprint 100 meter itu digelar di Kawasan Tugu Merkuri, Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, atau tepatnya di simpang empat Jl. Trans Sulawesi, Jl. Pelabuhan dan Magau Janggo, Kelurahan Masigi.

Baca juga: Puluhan Anak Muda Parigi Ramaikan Lomba Lari Tradisional Malam Ramadan

Dalam salah satu pertandingan, dua pelari terlihat berlari kencang menuju garis akhir.

Seorang pelari mengenakan rompi hijau dan celana olahraga biru, sementara pesaingnya memakai rompi merah dengan celana pendek berwarna terang.

Tidak seperti lomba lari pada umumnya, kedua pelari tampak saling adu kecepatan tanpa alas kaki, menunjukkan ciri khas dan daya tarik dari lomba itu.

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Parigi Moutong.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Tabrakan Beruntun Libatkan 4 Mobil dan 1 Motor di Palu, Satu Orang Tewas

Para peserta terbagi dalam dua kategori lomba, yakni kategori umum non-atlet dan kategori pemula bagi peserta berusia 20 tahun ke bawah.

Setiap pasangan pelari bergantian turun ke lintasan untuk bertanding dalam sistem adu cepat menuju garis finis.

Lomba yang berlangsung pada malam Ramadan itu menarik perhatian masyarakat.

Ratusan warga memadati sisi kiri dan kanan jalan untuk menyaksikan para peserta adu cepat di lintasan yang memanfaatkan badan jalan tersebut.

Sejumlah kerucut lalu lintas berwarna oranye dipasang sebagai pembatas jalur lomba.

Lampu penerangan jalan dan sorotan lampu dari area garis finis menerangi lintasan tempat para pelari memacu kecepatan.

Baca juga: Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng Lantik 5 Pejabat Manajerial, Bertugas di Palu dan Morowali

Sorak-sorai penonton terdengar semakin keras ketika para peserta mendekati garis finis.

Di ujung lintasan berdiri sebuah tenda kecil bertuliskan “FINISH” yang menjadi penanda akhir perlombaan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved