Minggu, 3 Mei 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Keterbatasan Darah, RSUD Buluenapoae Moutong Belum Maksimal Tangani Ibu Hamil Operasi Caesar

Kekurangan fasilitas transfusi darah menjadi salah satu prioritas rumah sakit yang harus segera diperbaiki agar layanan obstetri lebih optimal.

Tayang:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Faaiz/Abdul Humul Faaiz
PENANGANAN RSUD - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluenapoae Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengakui belum dapat menangani sepenuhnya pasien ibu hamil yang membutuhkan seksio sesaria (SC) atau operasi caesar, karena persediaan darah di rumah sakit masih terbatas. 

Ringkasan Berita:
  • RSUD Buluenapoae Moutong belum dapat menangani pasien ibu hamil yang memerlukan operasi caesar secara penuh karena persediaan darah masih terbatas.
  • Rumah sakit berencana membuka bank darah pada tahun ini untuk mempercepat penanganan kasus darurat dan mengurangi risiko bagi ibu dan bayi selama operasi caesar.
  • Kehadiran bank darah optimal membutuhkan regulasi non-ASN untuk tenaga transfusi darah dan dukungan pemerintah daerah agar layanan obstetri.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluenapoae Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengakui belum dapat menangani sepenuhnya pasien ibu hamil yang membutuhkan seksio sesaria (SC) atau operasi caesar, karena persediaan darah di rumah sakit masih terbatas.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Buluenapoae Moutong, Kurniati saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong belum lama ini.

Ia menjelaskan keterbatasan darah membuat pasien ibu hamil yang memerlukan SC harus dirujuk ke rumah sakit lain, sehingga proses penanganan menjadi lebih lama dan berisiko.

Baca juga: Kemenkum Sulteng Kawal Pemeriksaan Substantif IG Durian Nambo Banggai

Kurniati menegaskan ketersediaan darah menjadi faktor utama keselamatan ibu dan bayi, khususnya saat menghadapi kondisi darurat.

Menurutnya, kekurangan fasilitas transfusi darah menjadi salah satu prioritas rumah sakit yang harus segera diperbaiki agar layanan obstetri lebih optimal.

RSUD Buluenapoae Moutong berencana menghadirkan bank darah di rumah sakit pada tahun ini sebagai solusi jangka panjang.

“Kami berupaya agar tahun ini rumah sakit memiliki bank darah sendiri, sehingga pasien ibu hamil yang membutuhkan SC bisa langsung ditangani tanpa harus dirujuk ke kota,” jelas Kurniati.

Ia menambahkan kehadiran bank darah akan mempercepat penanganan kasus darurat dan mengurangi risiko bagi ibu dan bayi saat operasi caesar.

Kurniati juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan regulasi yang memungkinkan rumah sakit merekrut tenaga khusus untuk unit transfusi darah.

Baca juga: Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Green Leadership, PLN Catat 11 PROPER Emas 2025

Menurutnya, tenaga khusus untuk transfusi darah sudah tersedia, tetapi belum bisa diberi insentif karena regulasi non-ASN untuk UTD belum keluar.

Ia berharap regulasi segera diterbitkan agar rumah sakit bisa menjalankan bank darah secara maksimal dan berkelanjutan.

Selain bank darah, RSUD Buluenapoae juga berencana meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit provinsi dan BPJS agar pasien tetap mendapat layanan cepat.

Kurniati memastikan komitmen rumah sakit untuk menghadirkan layanan medis yang aman, cepat, dan tepat bagi ibu hamil dan pasien darurat lainnya.

Baca juga: FKMM Kecam Ilegal Logging di Hutan Desa Malei Poso, Minta Pelaku Ditindak Tegas

Ia menegaskan rencana bank darah menjadi fokus utama rumah sakit tahun ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan obstetri dan keselamatan pasien.

“Dengan adanya bank darah, RSUD Buluenapoae Moutong dapat menangani pasien ibu hamil yang membutuhkan SC atau seksio sesaria (operasi caesar) secara lebih efektif dan aman,” pungkas Kurniati.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved