Sulteng Hari Ini
Penyaluran Beasiswa Berani Cerdas Kini Lewat Kampus, Pengawasan Diperketat
Para penerima beasiswa lanjutan diwajibkan mengabdi di daerah minimal lima tahun setelah menyelesaikan pendidikan.
Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mengubah penyaluran beasiswa Berani Cerdas melalui kampus mulai 2026 untuk memperketat pengawasan dan mencegah penyimpangan.
- Mahasiswa harus aktif, memenuhi IPK minimal, dan tidak menerima beasiswa lain, dengan realisasi mencapai sekitar 20 ribu penerima.
- Program juga didukung kerja sama dengan Universitas Tadulako dan PT IMIP guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan kerja lulusan.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah resmi mengubah skema penyaluran beasiswa dalam Program Berani Cerdas mulai tahun 2026.
Kini, bantuan pendidikan tersebut disalurkan melalui pihak kampus guna memperketat pengawasan dan memastikan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza, menjelaskan kebijakan ini diambil sebagai respons atas berbagai temuan pada tahun sebelumnya, seperti penerima yang tidak aktif, penerimaan ganda, hingga potensi manipulasi data akademik.
Baca juga: Museum Sulteng Hadirkan Ruang Kebencanaan, Perkuat Literasi Mitigasi Bencana
“Penyaluran melalui kampus diharapkan dapat meminimalisir penerima tidak aktif, penerimaan ganda, serta potensi manipulasi data akademik,” ujarnya dalam konferensi pers di Kota Palu, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, terdapat tiga syarat utama bagi mahasiswa penerima beasiswa, yakni harus berstatus aktif, memenuhi IPK minimal, serta tidak sedang menerima beasiswa lain.
Keterlibatan pihak kampus dinilai akan memperkuat proses verifikasi data akademik mahasiswa.
Firmanza mengungkapkan, realisasi pembayaran beasiswa semester genap 2026 telah mencapai sekitar 95 persen atau hampir 20 ribu penerima.
Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar 23 ribu penerima.
Penurunan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti mahasiswa yang telah lulus, adanya data ganda, serta penerima yang tidak memenuhi syarat IPK.
Baca juga: Tavanjuka Market Jadi Percontohan, Pemkot Palu Siapkan Revitalisasi Pasar Lainnya
“Hingga saat ini, total anggaran yang telah direalisasikan untuk program beasiswa mencapai lebih dari Rp65 miliar,” jelasnya.
Ia menyebutkan, total kebutuhan anggaran Program Berani Cerdas diperkirakan mencapai Rp264 miliar, dengan skema penyaluran dilakukan dua kali dalam setahun atau per semester.
Selain itu, pendaftaran beasiswa tahap kedua masih dibuka bagi mahasiswa yang belum mendaftar pada tahap pertama, dengan batas maksimal hingga semester delapan.
Program ini juga mencakup jenjang lanjutan, yakni S2, S3, hingga pendidikan dokter spesialis dengan kuota terbatas.
Para penerima beasiswa lanjutan diwajibkan mengabdi di daerah minimal lima tahun setelah menyelesaikan pendidikan.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulteng 16-18 April 2026, Lima Daerah Berstatus Waspada
Di luar program beasiswa, pemerintah daerah juga menjalankan berbagai intervensi di sektor pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA), bantuan seragam bagi siswa kurang mampu, serta pembiayaan praktik kerja industri (prakerin) bagi siswa SMK.
Sulawesi Tengah
Program Berani Cerdas
Firmanza
Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah
PT IMIP
Dinas Pendidikan Sulteng
mahasiswa
Kota Palu
IPK
Universitas Tadulako
| Disdik Sulteng Ubah Skema Pembayaran Beasiswa Berani Cerdas, Kini Disalurkan Lewat Kampus |
|
|---|
| Kadis Cikasda Sulteng Kenalkan Inovasi IKSI dan Padungku, Ini Manfaatnya |
|
|---|
| Sidang Praperadilan 9 Tersangka Asal Loli Oge Donggala Bergulir, Polisi Mangkir Lagi |
|
|---|
| Tuntut Klarifikasi Tempo, Kader Nasdem Sulteng Geruduk Kantor PWI di Kota Palu |
|
|---|
| Gubernur Anwar Hafid Kukuhkan FKPA, Dorong Peran Adat dalam Pembangunan Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-Provinsi-Sulawesi-Tengah-Firmanza-676.jpg)