Ekspor Durian Sulteng
Tembus Pasar China, Durian Sulteng Berpeluang Sumbang Devisa Hingga Rp12,8 Triliun
Potensi tersebut muncul seiring tingginya permintaan Durian di Tiongkok mencapai 8 miliar dolar AS.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Durian Sulawesi Tengah siap jadi komoditas ekspor unggulan ke Tiongkok, dengan potensi menyumbang devisa hingga Rp12,8 triliun per tahun.
- Ekspor langsung mempercepat pengiriman dari 56 hari menjadi 22–26 hari, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan margin keuntungan petani hingga 20–30 persen.
- Dengan varietas unggulan seperti Bawor, Super Tembaga, dan Namlung, serta 7 dari 8 rumah pengemasan durian beku yang sudah memenuhi standar ekspor.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Komoditas Durian asal Sulawesi Tengah berpeluang menyumbang devisa hingga Rp12,8 triliun per tahun setelah berhasil menembus pasar Tiongkok melalui skema ekspor langsung.
Potensi tersebut muncul seiring tingginya permintaan Durian di Tiongkok yang mencapai 8 miliar dolar AS atau setara Rp128 triliun per tahun.
Dengan varietas unggulan seperti Bawor, Super Tembaga, dan Namlung, Indonesia ditargetkan mampu merebut 5 hingga 10 persen pangsa pasar dari total kebutuhan tersebut.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan keberhasilan ekspor langsung ini menjadi pintu masuk bagi daerah untuk bersaing di pasar global, khususnya komoditas hortikultura.
Menurutnya, Durian menjadi salah satu komoditas strategis yang akan didorong sebagai ikon baru Sulawesi Tengah selain sektor pertambangan.
“Ke depan kita ingin Sulawesi Tengah dikenal tidak hanya dari tambang, tetapi juga dari Durian dan komoditas pertanian lainnya,” ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Polda Sulteng Tetapkan Kepala Kantor Pertanahan Sigi Tersangka
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat ekosistem produksi hingga pemasaran, termasuk mendorong petani agar terdaftar dan memenuhi standar ekspor internasional.
Program Berani Panen Raya, lanjut Anwar, disiapkan sebagai langkah percepatan untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitas Durian di tingkat petani.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manor Panggabean, menilai ekspor langsung ke Tiongkok memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat.
Sebelumnya, distribusi Durian Indonesia ke Tiongkok harus melalui negara ketiga seperti Thailand dan Malaysia, sehingga margin keuntungan lebih banyak dinikmati pihak luar.
“Sekarang dengan ekspor langsung, keuntungan itu kembali ke petani kita. Selisihnya bisa mencapai 20 sampai 30 persen,” jelasnya.
Baca juga: Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap, Kasus Apa?
Selain meningkatkan harga di tingkat petani, ekspor langsung juga mempercepat waktu pengiriman dari sebelumnya sekitar 56 hari menjadi hanya 22 hingga 26 hari.
| Kominfosantik Sulteng Terima 150 Usulan Desa Terkait Kebutuhan Internet Program Berani Berdering |
|
|---|
| Sulawesi Tengah Siap Jadi Raja Durian Dunia, Target Ekspor 8.100 Ton Tahun 2026 |
|
|---|
| Ekspor ke Tiongkok, Badan Karantina Indonesia Sebut Harga Durian Sulteng Naik 20–30 Persen |
|
|---|
| Antisipasi El Nino Ekstrem, Polda Sulteng Perkuat Koordinasi dan Satgas Karhutla |
|
|---|
| Karambangan Poso Hipnotis Penonton di Karnaval HUT ke-62 Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/a-syf89-yas89fy-sa89-yf89a-yf8a.jpg)