Idul Adha 2026
Badan Karantina Indonesia Pastikan Sapi Kurban Sulteng Dipasok ke Luar Daerah Bebas PMK
Setiap sapi yang akan dikirim wajib menjalani masa karantina selama tiga hingga empat hari untuk memastikan tidak terpapar penyakit menular.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Semua sapi kurban asal Sulawesi Tengah menjalani karantina 3–4 hari di Instalasi Karantina Hewan Palu dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
- Sapi didistribusikan ke wilayah seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang.
- Semua layanan karantina berbasis digital tanpa pungutan ilegal. Pengawasan serupa diterapkan di NTB dan NTT untuk menjamin keamanan distribusi hewan kurban di seluruh Indonesia.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Karantina Indonesia (Barantan) memastikan seluruh sapi kurban asal Sulawesi Tengah akan didistribusikan ke luar daerah dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Idul Adha 2026.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manor Panggabean, mengatakan pihaknya memperketat pengawasan lalu lintas ternak melalui pemeriksaan menyeluruh di instalasi karantina hewan.
Ia menegaskan, setiap sapi yang akan dikirim wajib menjalani masa karantina selama tiga hingga empat hari untuk memastikan tidak terpapar penyakit menular.
Baca juga: Perkuat Posisi Sentra Durian Nasional, Ekspor Durian Sulteng Tembus Rp377,5 Miliar
“Di sini kita pastikan semua sapi diperiksa dan benar-benar sehat, khususnya dari penyakit PMK. Pemeriksaan juga dilakukan di laboratorium,” ujar Sahat saat meninjau Instalasi Karantina Hewan, Barantan Kelas II Palu, di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Palu Utara, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, sapi asal Sulawesi Tengah umumnya dipasok ke sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Dalam waktu dekat, sekitar 120 ekor sapi dijadwalkan akan dikirim, sementara kapasitas penampungan di instalasi karantina mencapai sekitar 400 ekor.
Sahat menjelaskan, pelaku usaha telah diarahkan untuk mengatur jadwal pengiriman agar tidak terjadi penumpukan ternak di lokasi karantina.
Baca juga: Sulteng Dominasi Ekspor Durian Nasional, 151 Kontainer Tembus Pasar Tiongkok
“Pelaku usaha sudah bisa mengatur ritme pengiriman supaya tetap lancar dan pemeriksaan berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengawasan ini merupakan bagian dari langkah antisipasi pemerintah terhadap potensi penyebaran penyakit hewan menular di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.
Selain itu, Barantan memastikan seluruh layanan karantina dilakukan secara digital dan tanpa pungutan di luar ketentuan yang berlaku.
“Semua layanan sudah berbasis digital, tidak ada pungutan. Kami minta pelaku usaha mengikuti prosedur yang legal agar semuanya aman,” tegasnya.
Baca juga: Viral, Pria Terekam CCTV Curi Uang Kotak Amal Masjid di Kantor Bappeda Sulteng
Sahat juga menyebutkan, pengawasan serupa dilakukan di berbagai daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur guna menjamin distribusi hewan kurban secara nasional berjalan lancar.
Dengan pengawasan ketat tersebut, Sahat berharap, pelaksanaan Idul Adha 2026 dapat berlangsung aman dan bebas dari risiko penyebaran PMK.(*)
Sulawesi Tengah
Sahat Manor Panggabean
Badan Karantina Indonesia
Badan Karantina Indonesia (Barantan)
PMK
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Idul Adha
| Kabupaten Donggala Jadi Tertinggi Vaksinasi PMK di Sulteng Triwulan I 2026 |
|
|---|
| Vaksinasi PMK di Donggala Tembus 1.460 Ekor Sapi hingga Maret 2026 |
|
|---|
| Dinas Pertanian dan Peternakan Donggala Rencanakan Periksa Hewan Kurban Sebelum Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Pemkab Morowali Pastikan Hewan Kurban Sehat Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Dinas Pertanian Morowali Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Terkendali Jelang Idul adha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Barantan-Pastikan-Sapi-Kurban-Sulteng-yang-dipasok-ke-Luar-Daerah-Bebas-PMK.jpg)