Sabtu, 18 April 2026

Ekspor Durian Sulteng

Tembus Pasar China, Durian Sulteng Berpeluang Sumbang Devisa Hingga Rp12,8 Triliun

Potensi tersebut muncul seiring tingginya permintaan Durian di Tiongkok mencapai 8 miliar dolar AS.

|
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Zulfadli
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Badan Karantina Indonesia melepas ekspor 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah ke Tiongkok, Kamis (16/4/2026). 

Efisiensi tersebut berdampak pada penurunan biaya logistik hingga dua kali lipat, sehingga memperkuat daya saing eksportir Indonesia di pasar internasional.

Dari sisi kesiapan industri, Kepala Karantina Sulawesi Tengah, Alfian, menyebutkan sebagian besar perusahaan pengemasan Durian di daerah tersebut telah memenuhi standar ekspor.

Sebanyak 7 dari 8 rumah pengemasan Durian beku telah ditetapkan sebagai Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) dan terdaftar dalam sistem China Import Food Enterprise Registration.

Baca juga: Perusahaan di Morowali Diduga Tak Daftarkan Karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan

Sepanjang Januari hingga April 2026, ekspor Durian beku dari Sulawesi Tengah ke Tiongkok tercatat mencapai 4.077 ton dengan nilai ekonomi Rp377,5 miliar.

Di sisi hulu, potensi produksi Durian Sulawesi Tengah juga tergolong besar. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, jumlah pohon Durian mencapai sekitar 3,7 juta pohon.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1,2 juta pohon telah produktif, sementara sisanya masih dalam tahap pertumbuhan.

Produksi Durian pada 2025 tercatat mencapai 95.140 ton, dengan sentra utama berada di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Dengan dukungan produksi yang besar serta terbukanya akses pasar ekspor, Sulawesi Tengah dinilai memiliki peluang kuat menjadi salah satu pemain utama Durian di pasar global. (*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved