Sulteng Hari Ini
Upacara Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Anwar Hafid: Pelayanan Masyarakat
Otonomi daerah merupakan pelimpahan sebagian wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 dengan menekankan bahwa otonomi daerah harus diartikan sebagai pelayanan nyata kepada masyarakat.
- Mengedepankan inovasi OPD, dan mendorong sinergi pusat-daerah untuk mewujudkan Asta Cita.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid pimpin upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX (30) Tahun 2026.
Upacara turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulteng, Arnila Hi. Moh. Ali, Wakil Gubernur, Reny A Lamadjido, Sekprov, Novalina beserta para staf ahli Gubernur, asisten dan kepala OPD lingkup provinsi.
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid berharap otonomi daerah tidak dimaknai secara sempit, melainkan secara utuh, yakni pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX (30) Tahun 2026 di Lapangan Pogombo Jl Ahmad Yani Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Senin (27/4/2026).
"Intinya pelayanan masyarakat," ucap Anwar Hafid.
Baca juga: Meriah! Once Mekel Tutup Paskah Nasional Sigi, Lapangan Brimob Loru Dipadati Jemaat
Otonomi daerah merupakan pelimpahan sebagian wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus dirinya sendiri, dengan tujuan akhir kesejahteraan rakyat.
Terkait itu, ia mengingatkan Kepala (Organisasi Perangkat Daerah) OPD agar pekerjaan yang dibuat tidak berhenti sampai membuat program, tapi harus dilanjutkan sampai rakyat benar-benar merasakan dampak dari program.
"Pastikan semua program ada dampak bagi masyarakat, kalau tidak ada sia-sia kerja kita," jelasnya.
Prinsip ini disebutnya sebagai pendekatan anggaran berbasis inovasi, di mana setiap Kepala OPD dituntut punya inovasi, sebagai syarat utama memperoleh anggaran biaya.
"Kalau ada inovasi baru kita kasih anggaran," ucapnya.
Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun 2026 mengusung tema "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita".
Tema ini melambangkan kemandirian dan tanggungjawab daerah dalam mengelola potensi lokal, untuk secara bersama-sama mewujudkan Asta Cita melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
"Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong bagi kita semua untuk mewujudkan Asta Cita dan kemajuan Bangsa Indonesia," ungkapnya. (*)
| Program Banmas Presiden Prabowo 2026, 14 Sapi Kurban Bakal Disalurkan ke Seluruh Sulteng |
|
|---|
| Wagub Sulteng Tutup Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berdaya |
|
|---|
| Nuzul Rahmat Pamit dari Kejati Sulteng, Kini Bergeser ke Kejaksaan Agung |
|
|---|
| Resah Peredaran Narkoba di Wilayahnya, Kades Kaleroang Minta Pemda Lakukan Penanganan Cepat |
|
|---|
| Paralayang Internasional di Sulteng, Atlet dari 6 Negara dan 11 Provinsi Indonesia Berlaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/100884726jpg.jpg)