Selasa, 28 April 2026

Morowali Hari Ini

Rp700 Juta APBD Morowali untuk Sumur Bor, Proyek Masih Tertunda

Ia menjelaskan, material untuk pembangunan sumur bor tersebut didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur, sehingga proses pengiriman memerlukan waktu.

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Ismet Togean 20
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Morowali, Alkaf. 
Ringkasan Berita:
  • Proyek sumur bor di Desa Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, Morowali, belum rampung hingga April 2026 meski anggarannya mencapai sekitar Rp700 juta dari APBD 2025. 
  • Kepala Dinas PUPR Morowali, Alkaf, menyebut kendala utama adalah mobilisasi material dari Surabaya, Jawa Timur, yang memerlukan waktu lama.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Proyek sumur bor di Desa Kaleroang menjadi perhatian karena hingga April 2026 belum juga rampung, padahal anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp700 juta yang bersumber dari APBD daerah tahun anggaran 2025. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Morowali, Alkaf, mengungkap kendala utama yang menyebabkan proyek sumur bor di Desa Kaleroang, Kecamatan Bungku Selatan, belum juga rampung.

Hal itu disampaikannya saat diwawancarai Tribunpalu.com di ruang kerjanya, Kantor Dinas PUPR Kabupaten Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Senin (27/4/2026).

Menurut Alkaf, hambatan utama proyek berada pada proses mobilisasi material yang didatangkan dari luar daerah.

“Kendalanya, Bapak tahu sendiri, kalau pengadaan di pulau dengan kondisi tertentu, terutama pada mobilisasi. Di situ kendalanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, material untuk pembangunan sumur bor tersebut didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur, sehingga proses pengiriman memerlukan waktu lebih lama.

“Mobilisasi pengadaannya itu dari Surabaya. Materialnya dari sana,” katanya.

Baca juga: Target 54 Persen, Dinkes Sulteng Dorong Peningkatan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Donggala

Alkaf menuturkan, kondisi geografis wilayah serta proses distribusi material menjadi faktor yang memperlambat penyelesaian pekerjaan di lapangan.

Meski demikian, pihaknya menargetkan proyek tersebut segera diselesaikan setelah seluruh material tiba dan siap digunakan.

“Targetnya secepatnya kalau semua sudah siap,” pungkasnya.  (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved