Sulteng Hari Ini
Koalisi Roemah Jurnalis Sulteng Tagih Janji Negara Soal Kebebasan Pers
Sejumlah jurnalis disebut masih mengalami tekanan, intimidasi, hingga pembatasan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ringkasan Berita:
- Massa aksi menuntut negara menepati janji dalam menjamin kebebasan pers sesuai Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999.
- Kebebasan pers dinilai masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan dan intimidasi terhadap jurnalis.
- Momentum aksi dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap kerja jurnalistik yang independen.
TRIBUNPALU.COM - Massa aksi terdiri dari jurnalis dan koalisi masyarakat sipil menagih komitmen negara dalam menjamin kebebasan pers saat menggelar aksi di Kota Palu, Minggu (3/5/2026).
Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers sekaligus menjadi bagian dari rangkaian momentum Hari Buruh jatuh pada 1 Mei 2026.
Dalam aksi itu, para peserta menyuarakan tuntutan agar negara benar-benar menjalankan amanat Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, menjamin kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Baca juga: Soroti Intimidasi Media, Ini Daftar Tuntutan Koalisi Roemah Jurnalis Sulteng di Hari Kebebasan Pers
Massa aksi menilai, hingga saat ini kebebasan pers masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Sejumlah jurnalis disebut masih mengalami tekanan, intimidasi, hingga pembatasan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Selain itu, praktik swasensor juga menjadi sorotan, terutama dalam penyajian karya jurnalistik seperti foto dan pemberitaan yang dinilai mendapat intervensi.
Melalui momentum tersebut, massa aksi mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis agar dapat bekerja secara independen tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Baca juga: Jelang Musda 8 Mei 2026, Elite Demokrat Sulteng Gaungkan Gerakan Reset Pengurus
Aksi berlangsung damai dengan diikuti puluhan jurnalis serta elemen masyarakat sipil yang turut menyuarakan pentingnya menjaga kebebasan pers di Indonesia.(*)
| Hardiknas 2026 di Sulteng Dorong Penerapan Deep Learning di Dunia Pendidikan |
|
|---|
| Satgas Yonif 711 Jadi Dokter Keliling di Pedalaman, Warga Tak Lagi Jalan Puluhan Kilometer Berobat |
|
|---|
| Upacara Hardiknas 2026, Wagub Sulteng Sosialisasikan Prioritas Deep Learning Mendikdasmen |
|
|---|
| Refleksi Hardiknas 2026, Kepsek SMK 5 Palu : Menjadi Guru yang Tak Lekang oleh Zaman |
|
|---|
| Hardiknas 2026 di Gumbasa Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Berkualitas dan Karakter Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Koalisi-Roemah-Jurnalis-Sulteng.jpg)