Donggala Hari Ini
4.000 PPPK Donggala Belum Terima THR, Tertunda Sejak Januari
Selain itu, 600 orang honorer bekerja di kantor dan institusi pemerintahan yang tidak dibayarkan gajinya sejak bulan Januari 2026.
Ringkasan Berita:
- Di Kota Palu, lebih dari 100 massa aksi turun ke jalan menyoroti hak-hak tenaga honorer dan penyintas dari Kabupaten Donggala pada Senin (4/5/2026).
- Gelombang aksi digerakkan oleh Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat, dengan peserta terdiri dari buruh, petani, nelayan, penyintas, serta honorer, termasuk 4.000 guru PPPK dan 600 honorer pemerintahan yang belum menerima gaji maupun THR sejak Januari 2026.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Lebih dari 4000 orang PPPK merupakan Guru yang mengajar di pelosok pedesaan Donggala tak kunjung menerima hak mereka.
Biaya hidup dan operasional cukup tinggi serta mendesak kepada pemerintah untuk segera membayar hak mereka berupa THR yang tak kunjung cair.
Untuk hal itu, gelombang massa aksi melakukan aksi di kantor DPRD dan Gubernur Sulteng di Jl Sam Ratulangi Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu pada Senin (4/5/2026).
Sekitar 100 massa aksi didampingi oleh Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat.
Massa aksi terdiri dari kelompok buruh, serikat petani Kabupaten Sigi, Kelompok Nelayan, Penyintas hingga tenaga Honorer dari Kabupaten Donggala.
Aksi kali ini bertemakan "Perkuat Solidaritas Rakyat Tertindas di Seluruh Dunia dan Tuntaskan Honorer Kabupaten Donggala ke Paruh Waktu".
Selain itu, 600 orang honorer bekerja di kantor dan institusi pemerintahan yang tidak dibayarkan gajinya sejak bulan Januari 2026.
Baca juga: Harga HP Infinix Senin 4 Mei 2026: Infinix Note 60 Ultra, Infinix Note Edge, Infinix GT 30
Mereka juga menyampaikan beberapa tuntutan aksi, diantaranya :
1. Mendesak pemerintahan presiden Prabowo Subianto untuk mengecam perang agresi Imperialis Amerika Serikat dan Zionis Israel atas iran dan tindakan barbar sebelumnya atau presiden Maduro dan rakyat Venezuela dan Palestina.
Presiden Prabowo harus membatalkan seluruh perjanjian militer dengan pemerintahan Donal J Trump karena pelaku kejahatan perang dan tidak membawa bangsa dan rakyat Indonesia sebagai pendukung perang agresi imperialis langsung maupun tidak langsung.
2. Melindungi dan membebaskan kaum buruh dan seluruh rakyat tertindas dan terhisap di Indonesia dari kenaikan harga minyak bumi dan gas yang mendorong kenaikan seluruh kebutuhan pokok rakyat karena perang agresi imperialis Amerika Serikat dan zionis Israel atas Iran dan Palestina.
3. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan penggunaan investasi asing dan utang luar negeri untuk membiayai kebijakan dan program atas nama kepentingan dan aspirasi rakyat Indonesia akan tetapi justru menghancurkan kebebasan Rakyat untuk berproduksi bebas, merampas hak rakyat untuk pekerjaan yang bermutu dan berjangka panjang serta menghancurkan kedaulatan bangsa Indonesia.
Program seperti makanan bergizi gratis (MBG) dan koperasi merah putih serta berbagai program yang berkaitan dengan swasembada pangan dan kedaulatan pangan palsu harus dihentikan.
Baca juga: Bukan di Rumah Sakit, Kondisi Menkeu Purbaya Terjawab Lewat Video Berenang
4. Menghentikan seluruh kebijakan dan program yang menghancurkan cadangan kekayaan alam Indonesia yang bersisa dan tidak memberikan kemajuan berarti bagi rakyat selain merusak alam seperti pertambangan Nikel berkedok energi terbarukan dan perluasan perkebunan kelapa sawit yang justru memperluas kemiskinan kaum tani dan kerusakan alam di pedesaan Indonesia.
| Wabup Donggala Soroti Tata Kelola dan Intervensi Gizi dalam Upaya Turunkan Stunting |
|
|---|
| Bupati Donggala Dorong Penuntasan Ranperda Strategis di Masa Persidangan Kedua 2026 |
|
|---|
| Antisipasi Unjuk Rasa May Day, Polres Donggala Lakukan Simulasi Dalmas |
|
|---|
| Target 54 Persen, Dinkes Sulteng Dorong Peningkatan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Donggala |
|
|---|
| Program Prolanis Diluncurkan di Kabupaten Donggala, Puskesmas Toaya Jadi Percontohan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Massa-Aksi-Bersama-SPHP-dan-LBHR-Geruduk-Kantor-DPRD-dan-Gubernur.jpg)