Selasa, 5 Mei 2026

Morowali Hari Ini

IMIP Dorong Kemandirian Petani Lokal Morowali Lewat Program Berkelanjutan

Tommy Adi Prayogo, menjelaskan, penguatan ekonomi petani lokal menjadi upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mendorong pembangunan berkelanjutan melalui integrasi prinsip sosial dalam program pemberdayaannya.  

Ringkasan Berita:
  • PT IMIP mendorong pembangunan berkelanjutan di Morowali melalui program CSR yang memberdayakan petani lokal, mengintegrasikan mereka ke rantai pasok industri, serta meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kemandirian ekonomi
  • Dua kelompok tani, Berkah Mombula dan Sukamaju, telah menjadi pemasok bahan pangan ke Central Kitchen IMIP, dengan total serapan puluhan ton komoditas dan pendapatan meningkat signifikan.

TRIBUNPALU.COM - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mendorong pembangunan berkelanjutan melalui integrasi prinsip sosial dalam program pemberdayaannya. 

Inisiatif ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan tata kelola yang bertanggung jawab dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian dari strategi keberlanjutan kawasan industri.

Termasuk memerkuat kemandirian ekonomi petani lokal di Morowali. 

Head of Department CSR PT IMIP, Tommy Adi Prayogo, menjelaskan, penguatan ekonomi petani lokal menjadi upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial sekaligus menciptakan hubungan yang lebih inklusif antara industri dan komunitas.

Hingga kini, tim CSR IMIP intens memberikan pembinaan berkelanjutan. Mulai dari teknik budi daya, manajemen kelompok, hingga pemenuhan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan Central Kitchen kawasan.

"Pendekatan ini juga menyentuh aspek lingkungan dengan mendorong praktik pertanian yang terencana dan efisien. Program ini dapat meningkatkan kualitas hasil tani yang ramah lingkungan. Integrasi petani ke dalam rantai pasok industri menghadirkan transparansi dan kepastian pasar," jelas Tommy Adi Prayogo, Senin (04/05/2026).

Baca juga: Lukman Hanafi Siap Perkuat PKB Morowali, Fokus Gaet Pemilih Muda dan Perempuan

Pola kemitraan yang terstruktur membantu petani memahami standar, kontrak, serta mekanisme distribusi yang lebih profesional, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional yang fluktuatif. 

Implementasi program ini telah menghasilkan capaian konkret dengan bergabungnya dua kelompok tani sebagai pemasok di IMIP, yakni Kelompok Tani Berkah Mombula dan Kelompok Tani Sukamaju.

Sejak tahun 2022, IMIP telah melaksanakan pelatihan sistem pertanian terintegrasi, serta pada 2023 lalu melakukan pendampingan kelompok tani lokal melalui bantuan sarana, prasarana, dan penguatan akses pasar. 

Dengan menjadi pemasok bahan pangan ke IMIP, menjamin serapan hasil pertanian dan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Keunggulan program ini adalah pendekatan holistik yang mendorong peningkatan produktivitas, pendapatan, dan kemandirian petani di sekitar kawasan industri.

"Kelompok Tani Berkah Mombula dengan 12 anggotanya mulai menjadi supplier Central Kitchen PT IMIP sejak 2023 dan intensitas pengiriman empat hingga lima kali per bulan. Sedangkan Kelompok Tani Sukamaju yang memiliki 23 anggota mulai memasok sejak April 2025 dengan intensitas dua hingga tiga kali tiap bulan," rinci Tommy Adi Prayogo.

Kelompok Tani Berkah Mombula telah menyuplai total 40,28 ton komoditas hortikultura seperti cabai, sayuran hijau, dan tomat.

Baca juga: Kemenag Poso Jamin Salat Id dan Penyembelihan Kurban Aman dan Tertib

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved