Sabtu, 9 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

BMKG Sulteng Tegaskan Tidak Ada Istilah El Nino Godzilla, Ini Penjelasannya

Menurut Asep, penggunaan istilah “Godzilla” justru berpotensi memicu kepanikan di masyarakat.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tengah menegaskan istilah “El Nino Godzilla” tidak dikenal dalam dunia meteorologi. 

Ringkasan Berita:
  • “El Nino Godzilla” hanyalah istilah populer, tidak dikenal dalam meteorologi. 
  • Kepala SPAG Lore Lindu, Asep Firman Ilahi, menegaskan BMKG hanya mengenal empat kategori El Nino: lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat. 
  • El Nino mulai terbentuk sejak Februari 2026, diperkirakan pada Mei sudah fase lemah dengan peluang 94 persen berkembang menjadi moderat. 
  • Sekitar 69 % wilayah Sulteng mengalami kemarau lebih awal, dengan puncak musim kemarau diprediksi September–Oktober 2026.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tengah menegaskan istilah “El Nino Godzilla” tidak dikenal dalam dunia meteorologi.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri-Poso BMKG Sulteng, Asep Firman Ilahi, mengatakan istilah tersebut hanya sebutan populer yang berkembang di media sosial dan ruang publik.

“Dalam BMKG, kami hanya mengenal empat kategori El Nino, yaitu lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat,” ujar Asep di ruang kerjanya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Asep, penggunaan istilah “Godzilla” justru berpotensi memicu kepanikan di masyarakat.

Ia menilai kekhawatiran berlebihan dapat berdampak pada munculnya aksi penimbunan bahan pangan hingga lonjakan harga kebutuhan pokok.

Belakangan, istilah “El Nino Godzilla” ramai diperbincangkan karena dikaitkan dengan ancaman kekeringan ekstrem, gagal panen, hingga krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah.

Baca juga: Satgas PKA dan PSDKP Sulteng Periksa Dugaan Pelanggaran PT TAS, Nilai Kerugian Masih Dihitung

Asep menjelaskan El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia.

BMKG mulai memantau indikasi El Nino sejak Februari 2026. Saat itu kondisi iklim global masih berada pada fase netral.

Namun memasuki Maret hingga April, tanda-tanda pergeseran menuju El Nino mulai terlihat.

“Pada Mei ini kami prediksi 100 persen sudah masuk fase El Nino lemah. Bahkan ada peluang sekitar 94 persen berkembang menjadi El Nino moderat,” katanya.

Meski demikian, Asep menyebut kondisi El Nino di Sulawesi Tengah saat ini masih berada pada fase yang relatif terkendali.

Ia menjelaskan dampak El Nino di Sulawesi Tengah tidak terjadi secara tiba-tiba karena wilayah tersebut memiliki karakter geografis yang kompleks.

Baca juga: Tiga Tahun Berturut-turut, IPM Banggai Urutan Keempat di Sulteng

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved