Sabtu, 16 Mei 2026

Banggai Hari Ini

Pesan Ekologi dari Utsawa Dharma Gita 2026 di Banggai

Dalam Hindu, ia menuturkan, semua makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan. Harus dihormati.

Tayang:
Penulis: Alisan | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Alisan
Bentangan hutan di Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Utsawa Dharma Gita 2026 membawa pesan ekologi. 

Ringkasan Berita:
  • Utsawa Dharma Gita Kabupaten Banggai 2026 tahun ini mengangkat tema “Samwacana Sarwa Bhawaekatwa: Penguatan Literasi Ekoteologi (Green Dharma) Menuju Harmonisasi Kehidupan” yang menekankan pentingnya hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, sesama, dan alam. 
  • Kegiatan yang berlangsung di Pura Agung Padma Bhuana pada 15–16 Mei 2026 itu membawa pesan kuat tentang kepedulian lingkungan dan perubahan iklim.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Utsawa Dharma Gita membawa pesan ekologi. Menengok kembali hubungan manusia dan alam.

Tahun ini, mengusung tema Samwacana Sarwa Bhawaekatwa: Penguatan Literasi Ekoteologi (Green Dharma) Menuju Harmonisasi Kehidupan.

Utsawa Dharma Gita tingkat Kabupaten Banggai dipusatkan di Pura Agung Padma Bhuana, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Sulawesi Tengah.

Mulai Jumat (15/4/2026) malam sampai Sabtu (16/5/2026).

Ketua Panitia Utsawa Dharma Gita Tingkat Kabupaten Banggai, I Nyoman Nandri mengatakan, tema ini diambil dari filosofi Tri Hita Karana.

Tema ini, kata dia, mengandung harmonisasi hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam.

“Grand desainnya terkait dengan ekologi,” tuturnya.

Dalam Hindu, ia menuturkan, semua makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan. Harus dihormati.

Baca juga: Etape Ketiga, MAXI Tour Boemi Nusantara Jelajahi Surga Wisata Lampung

Dalam kehidupan sehari-hari, ia mencontohkan, jika menebang satu pohon, harus mengganti lebih banyak.

Tema ini, kata dia, juga mengingatkan ulang terkait dengan perubahan iklim.

“Di sinilah grand desain tema, bagaimana kita memelihara alam, ini semua,” tuturnya.  

Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kabupaten Banggai, I Putu Gumi, menjelaskan, green berarti hijau dan dharma mengandung pengertian kewajiban.

“Kewajiban untuk menjaga alam,” terangnya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved