Sabtu, 30 Mei 2026

Podcast DPRD Morowali

Putra Bonewa: Politik Sebagai Jalan untuk Membantu Lebih Banyak Orang

Ia mengungkapkan bahwa nama Putra Bonewa sebenarnya merupakan sebuah akronim.

Tayang:
Editor: Regina Goldie

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Putra Bonewa, menceritakan perjalanan hidupnya sebagai perantau yang datang ke Morowali pada tahun 2000 dengan modal nekat untuk menghindari konflik Poso. 
  • Ia kemudian berhasil menjadi pengusaha perhotelan dan bertransformasi menjadi politisi dua periode yang kini dikenal vokal dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

TRIBUNPALU.COM - Siapa sangka, salah satu anggota DPRD Kabupaten Morowali yang paling lantang menyuarakan hak rakyat saat ini, dulunya menginjakkan kaki di Tanah Bungku hanya bermodalkan nekat.

Putra Bonewa, legislator dua periode Kabupaten Morowali, blak-blakan mengisahkan perjalanan hidupnya yang dramatis saat menerima kunjungan eksklusif tim Tribun Palu di kediamannya di Kota Bungku.

"Saya datang di Morowali itu boleh dikatakan kalau istilahnya di Surabaya itu 'Bonek', bondo nekat. Karena saya datang dengan tidak mempunyai modal dan tidak punya skill apa-apa," kenang Putra membuka cerita dalam Podcast Tribun VIP.

Datang sebagai perantau demi menghindari konflik Poso pada tahun 2000 silam, ia kini sukses bertransformasi menjadi pengusaha perhotelan sekaligus politisi vokal yang disegani di ruang-ruang demokrasi.

Selain dikenal kritis, pria yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Morowali ini memiliki keunikan tersendiri pada namanya.

Baca juga: Perusahaan Tambang Sulteng Wajib Penuhi KTT, MOMI, dan RKAB Sekaligus

Ia mengungkapkan bahwa nama Putra Bonewa sebenarnya merupakan sebuah akronim yang mencerminkan asal-usul darah kedua orang tuanya.

"Orang tua saya dari laki-laki itu berasal dari Bone, mama saya itu dari Wajo. Sehingga disingkatlah Putra Bonewa (Bone-Wajo). Jadi kalau saya biasa konsolidasi, saya sampaikan saya bukan orang pendatang. Saya orang Bungku yang bersuku Bugis," ujarnya sembari tersenyum.

Identitas unik ini juga menular pada bisnis akomodasi miliknya, Hotel Metro, yang ternyata merupakan singkatan dari Melayu Tinggal Rantau Orang, sebuah memori masa kecil karena dirinya lahir dan tumbuh di Sumatera sebelum akhirnya mengadu nasib di Sulawesi.

Perjalanan dari seorang pelaku usaha hingga akhirnya memutuskan masuk ke panggung politik praktis juga didasari oleh pemikiran yang filosofis.

Putra mengaku sadar bahwa ruang lingkup seorang pengusaha sangat terbatas jika ingin membantu masyarakat luas dalam skala besar.

"Ternyata kita tidak bisa bermanfaat banyak ketika kita tidak lewat politik. Kalau kita hanya seorang pengusaha, itu mungkin terbatas kita bisa bantu orang. Tapi kalau kita punya kebijakan politik, banyak yang harus kita bantu kepada masyarakat. Contoh kalau kita buat program jalan tani dengan anggaran yang begitu besar, tentu kalau hanya pelaku ekonomi itu tidak bisa membantu buatkan," jelas Putra mengenai alasannya beralih profesi.

Baca juga: KTT Harus Bersertifikat POP, Ini Aturan di Sektor Tambang Sulteng

Kini, memasuki tahun pertama di periode keduanya sebagai wakil rakyat, Putra Bonewa tetap mempertahankan karakteristiknya yang eksentrik sekaligus berani.

Uniknya, ia kerap memesan baju khusus dengan simbol visual tertentu, seperti lambang dewi keadilan yang menutup mata atau gambar harimau, yang selalu ia sesuaikan dengan tema isu sebelum memulai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di dewan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved