Rabu, 3 Juni 2026

Eks Polwan Aniaya Tetangga

Pemicu Warga Tak Tahan Perilaku Eks Polwan Yuni Utami Hingga Minta Dirawat di RSJ

Pemicu Warga Tak Tahan Perilaku Eks Polwan Yuni Utami Hingga Minta Dirawat di RSJ.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Lisna Ali
TribunPalu.com/Robit Silmi
Wibowo Safiee, mantan Ketua RT 24 Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, saat diwawancarai awak media. 

TRIBUNPALU.COM - Pemicu Warga Tak Tahan Perilaku Eks Polwan Yuni Utami Hingga Minta Dirawat di RSJ.

Kesabaran warga Kompleks Perumahan BTN Tinggede Permai, Desa Tinggede, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terhadap Eks Polwan Yuni Utami dipastikan telah mencapai batasnya.

Warga kini mendesak agar perempuan yang viral di media sosial tersebut segera mendapatkan penanganan medis dan dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ).

Mantan Ketua RT 24 Desa Tinggede, Wibowo Safiee, mengungkapkan adanya sederet tindakan Yuni yang menjadi pemicu puncak kemarahan masyarakat sekitar.

Menurut Wibowo, berbagai persoalan yang melibatkan mantan anggota korps baju cokelat tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama di lingkungan mereka.

Pihak pengurus lingkungan dan warga setempat bahkan sudah berulang kali melaporkan kegaduhan yang ditimbulkan Yuni kepada aparat penegak hukum.

"Sudah ada beberapa kejadian. Sebenarnya sudah kami laporkan dan pihak kepolisian juga sudah menindaklanjuti," kata Wibowo saat ditemui, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Usai Rumah Eks Polwan Yuni Didatangi Warga, Polisi Berlakukan Pengamanan 24 Jam

Baca juga: Sebelum Dibawa ke RSJ, Rumah Eks Polwan Yuni Utami di Sigi Digeruduk Massa

Pemicu utama yang membuat warga akhirnya bergerak adalah insiden kekerasan terbaru yang terjadi di lingkungan perumahan tersebut.

Eks Polwan Yuni Utami diduga melakukan tindakan pemukulan dan penganiayaan secara sepihak terhadap tetangganya sendiri yang bernama Kartina.

Kasus dugaan penganiayaan itu sempat viral di media sosial dan kini telah ditingkatkan status hukumnya ke tahap penyidikan oleh Polres Sigi.

Selain kekerasan fisik, aktivitas digital Yuni di akun TikTok pribadinya menjadi pemicu lain yang terus-menerus mengganggu kenyamanan warga.

Yuni diketahui sering melakukan siaran langsung di TikTok hingga larut malam dengan volume suara dan musik yang keras.

"Kalau dia live itu sampai lewat tengah malam. Kadang dengan musik yang keras. Kami ini seperti dibikin jadi bahan tontonan," ujar Wibowo.

Warga mengaku merasa dirugikan dan malu karena lingkungan tempat tinggal mereka kerap dijadikan konsumsi publik serta bahan olok-olok netizen.

"Dia yang dapat uang, kami yang dapat malu dilihat orang banyak," tegas mantan Ketua RT tersebut.

Selain itu, tindakan Yuni yang dinilai kerap melontarkan fitnah dan tuduhan tidak berdasar kepada warga yang sedang beraktivitas.

Wibowo mencontohkan momen ketika warga yang sedang melaksanakan ronda malam di pos ronda justru dituduh oleh Yuni sedang menggelar pesta miras.

Aparat Polsek dan Babinsa setempat bahkan sampai turun langsung melakukan pemeriksaan, namun tuduhan pesta miras tersebut sama sekali tidak terbukti.

"Kami inginkan ini selesai. Dia harus dijemput dan mendapatkan penanganan yang baik, seharusnya ke Rumah Sakit Jiwa Madani Mamboro," pungkas Wibowo.(*)

Update informasi TribunPalu lainnya di Insatagram

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved