Rabu, 3 Juni 2026

Morowali Hari Ini

DP3AP2KB Morowali Akui Program Belum Jangkau Seluruh Kecamatan, Terkendala Anggaran

Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang menyebabkan sejumlah program baru dapat dilaksanakan di sebagian wilayah.

Tayang:
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu.com/Ismet Togean 20
PROGRAM PERLINDUNGAN PEREMPUAN - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali, Nursia, mengakui program yang dijalankan instansinya saat ini belum menjangkau seluruh wilayah kecamatan secara maksimal. 
Ringkasan Berita:
  • DP3AP2KB Morowali mengakui program yang dijalankan saat ini baru menjangkau sebagian wilayah kecamatan karena keterbatasan anggaran.
  • Sebagai OPD baru, DP3AP2KB juga masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan SDM, sarana-prasarana, dan penguatan kelembagaan.
  • Dinas berharap dukungan pemerintah, desa, dan masyarakat untuk memperluas jangkauan program perlindungan perempuan dan anak di seluruh Morowali.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali, Nursia, mengakui program yang dijalankan instansinya saat ini belum menjangkau seluruh wilayah kecamatan secara maksimal.

Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang menyebabkan sejumlah program baru dapat dilaksanakan di sebagian wilayah.

Hal itu disampaikan Nursia saat diwawancarai Tribunpalu.com di ruang kerjanya, Kantor DP3AP2KB Morowali, Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: DP3AP2KB Morowali Tancap Gas Bangun Sistem Perlindungan Perempuan dan Anak

“Saat ini program yang berjalan baru menjangkau sebagian wilayah karena keterbatasan anggaran, sehingga masih diperlukan upaya percepatan agar seluruh kecamatan dapat dilayani secara merata,” ujarnya.

Selain keterbatasan anggaran, Nursia mengatakan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru terbentuk, DP3AP2KB masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Ia menyebut tantangan tersebut meliputi keterbatasan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana pendukung, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan.

“Kami menyadari sebagai OPD baru masih banyak keterbatasan yang kami hadapi, baik dari sisi SDM, sarana-prasarana maupun anggaran,” katanya.

Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, lembaga masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak.

Baca juga: Putra Parigi Moutong Bersinar di Timnas U-19, Dimas Adi Prasetyo Cetak Dua Gol ke Gawang Myanmar

Menurut Nursia, kolaborasi menjadi kunci agar berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak agar pelaksanaan tugas dan fungsi kami dapat berjalan secara optimal,” tuturnya.

Ia optimistis dengan dukungan bersama, DP3AP2KB Morowali dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan perlindungan, keadilan, dan kesejahteraan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Morowali.

Baca juga: Anwar Hafid Dorong Masyarakat Kembangkan Budidaya Kelapa, Nilai Ekonomi Diprediksi Meningkat

“Kami yakin bahwa dengan dukungan bersama, Dinas Pemberdayaan Perempuan dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan keadilan, perlindungan, dan kesejahteraan bagi perempuan dan anak di daerah kita,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved