Sabtu, 6 Juni 2026

Kemarau di Sigi

Ritual Adat Morra Keke Warisan Turun-Temurun Masih Dijaga Warga Sigi

Selain tokoh adat, kegiatan tersebut juga dihadiri pemerintah desa dan warga yang turut berpartisipasi dalam setiap tahapan ritual.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadhila Amalia
Handover
TRADISI - Warga dari lima desa di Kabupaten Sigi melaksanakan Upacara Adat Morra Keke di Sungai Wuno, Kamis (4/6/2026), sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. 
Ringkasan Berita:
  • Adat Morra Keke merupakan ritual adat warisan leluhur yang masih dilestarikan masyarakat lima desa di Kabupaten Sigi.
  • Tradisi ini menjadi bentuk doa dan ikhtiar bersama memohon hujan serta keberkahan, khususnya bagi kehidupan masyarakat dan sektor pertanian.
  • Pelaksanaan Morra Keke juga memperkuat kebersamaan warga sekaligus menjaga nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Tradisi adat Morra Keke terus dipertahankan masyarakat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sebagai warisan budaya diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Ritual tersebut kembali digelar oleh warga dari lima desa, yakni Desa Watunonju, Sidera, Oloboju, Bora, dan Solove di kawasan Sungai Wuno, Kamis (4/6/2026).

Morra Keke merupakan ritual adat yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Baca juga: Makan Uvempoi Jadi Penutup Ritual Adat Morra Keke di Sigi

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk doa dan ikhtiar bersama untuk memohon hujan serta keberkahan bagi kehidupan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

Perwakilan Lembaga Adat Desa Watunonju, Aswan Meni, mengatakan pelaksanaan Morra Keke tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat.

Menurutnya, tradisi tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap terpelihara.

“Morra Keke merupakan warisan leluhur yang terus kami jaga. Selain sebagai bentuk permohonan kepada Sang Pencipta, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersamaan dan hubungan baik dengan alam,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Dugaan Kekerasan Guru terhadap Siswa di Palu Masuk Tahap Penyelidikan Polisi

Dalam pelaksanaannya, ritual Morra Keke melibatkan berbagai prosesi adat yang telah ditetapkan berdasarkan tradisi masyarakat setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan dukungan masyarakat dari lima desa.

Selain tokoh adat, kegiatan tersebut juga dihadiri pemerintah desa dan warga yang turut berpartisipasi dalam setiap tahapan ritual.

Bagi masyarakat setempat, Morra Keke bukan sekadar seremoni adat, melainkan simbol penghormatan terhadap warisan budaya yang telah bertahan selama bertahun-tahun.

Tradisi itu juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga, terutama karena masyarakat dari berbagai desa berkumpul dan terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Sigi tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan Morra Keke sebagai bagian dari kearifan lokal yang memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual.

Baca juga: Bapenda Sulteng Siapkan Langkah Tindak Lanjut Temuan BPK Terkait Potensi Pajak Daerah

Melalui pelestarian tradisi tersebut, masyarakat berharap warisan leluhur tetap hidup dan dapat dikenal oleh generasi muda di masa mendatang. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved