Imigrasi Palu
Perkuat Pengawasan WNA, Imigrasi Palu dan Rudenim Manado Dorong Pembentukan Forkopdensi di Sulteng
Dalam pertemuan tersebut, pembentukan Forkopdensi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas kedua instansi.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu bersama Rudenim Manado mendorong pembentukan Forum Komunikasi Penanganan Pengungsi, Pencari Suaka, dan Deteni (Forkopdensi) di Sulawesi Tengah.
- Forum ini dirancang sebagai wadah koordinasi lintas instansi seperti Imigrasi, TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA), pengungsi, pencari suaka, dan deteni.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu bersama Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado mendorong pembentukan Forum Komunikasi Penanganan Pengungsi, Pencari Suaka, dan Deteni (Forkopdensi) di Provinsi Sulawesi Tengah sebagai upaya memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA).
Rencana pembentukan forum tersebut dibahas saat Kepala Rudenim Manado, Widhi Mosakajaya Arradiko, melakukan koordinasi dengan jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Jumat (12/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pembentukan Forkopdensi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas kedua instansi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, mengatakan Forkopdensi diharapkan menjadi wadah koordinasi bagi berbagai instansi yang memiliki keterkaitan dengan pengawasan dan penanganan orang asing di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, tantangan pengawasan keimigrasian saat ini tidak dapat ditangani oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi teknis terkait.
“Melalui forum ini, komunikasi dan koordinasi antarlembaga dapat berjalan lebih efektif. Informasi terkait keberadaan dan aktivitas orang asing di Sulawesi Tengah dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti secara bersama-sama,” ujar Muhammad Akmal.
Ia menjelaskan, keberadaan forum tersebut akan mempercepat pertukaran informasi antarinstansi sehingga pengawasan terhadap warga negara asing dapat dilakukan secara lebih optimal dan terkoordinasi.
Baca juga: Dewan Hakim MKTIQ MTQ Sulteng Klarifikasi Dugaan Kecurangan, Tegaskan Penilaian Sesuai Pedoman
Selain mendukung pengawasan keimigrasian, Forkopdensi juga dinilai penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan daerah, terutama menghadapi berbagai dinamika yang berkaitan dengan keberadaan orang asing.
Sementara itu, Kepala Rudenim Manado, Widhi Mosakajaya Arradiko, mengatakan Forkopdensi dirancang sebagai sarana komunikasi dan koordinasi dalam penanganan pengungsi, pencari suaka, serta deteni keimigrasian.
Ia menjelaskan, forum tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar proses pengawasan maupun penanganan persoalan keimigrasian dapat dilakukan secara terpadu.
“Forkopdensi menjadi wadah komunikasi dan pertukaran informasi antara Rudenim, Imigrasi, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing,” katanya.
Widhi menambahkan, wilayah kerja Rudenim Manado meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Peserta MTQ Sulteng Soroti Dugaan Kecurangan di Cabang KTIQ, Kritik Pengawasan
| Imigrasi Palu Tingkatkan Koordinasi Lintas Sektor lewat Verifikasi Akun Layanan Data |
|
|---|
| Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Genjot Kualitas Pelayanan dan Hapus Budaya Kerja Lama |
|
|---|
| Sambangi Imigrasi Palu, DPRD Tolitoli Bahas Rencana Pembangunan Kantor Perwakilan |
|
|---|
| Pembangunan Kantor Imigrasi Tolitoli, Kakanim Palu: Bupati dan DPRD Setuju, Tinggal Pengesahan |
|
|---|
| Imigrasi Palu Perkuat SDM, Lantik Pejabat Fungsional Analis Keimigrasian Ahli Muda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/DU90AUD90ADUA90DAJPGGG.jpg)