Sulteng Hari Ini

Jumlah Penduduk Miskin di Sulteng Berkurang 3.130 Orang

Pada bulan Maret 2019, jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 410,36 ribu orang atau 13,48 persen dari total jumlah penduduk.

TribunPalu.com/Muhakir Tamrin
Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pada bulan Maret 2019, jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan, mencapai 410,36 ribu orang atau 13,48 persen dari total jumlah penduduk.  

Jumlah itu berkurang sebanyak 3.130 orang dibandingkan dengan kondisi September 2018 yang mencapai 413,49 ribu orang atau 13,69 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng Faizal Anwar mengatakan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 sebesar 9,50 persen.

“Turun menjadi 9,32 persen pada Maret 2019,” ungkap Faizal, Selasa (16/7/2019).

Gubernur Sulteng Optimis IHK Tahun 2019 Tembus di Angka 3,4-3,6 Persen

Sementara, kata Faizal, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2018 sebesar 15,41 persen turun menjadi 15,26 persen pada Maret 2019.

Selama periode September 2018 – Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,90 ribu orang.

Yakni, dari 83,84 ribu orang pada September 2018 menjadi 84,74 ribu orang pada Maret 2019.

Hadiri O2SN SMA Tingkat Provinsi, Sekda Sulteng Sebut Olahraga untuk Seimbangkan Kecerdasan

“Sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 4,03 ribu orang, dari 329,65 ribu orang pada September 2018 menjadi 325,62 ribu orang pada Maret 2019,” jelas Faizal.

Kemiskinan yang terjadi tentu tidak terlepas dari peranan komoditi makanan. 

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. 

Palu Hari Ini: Sulit Mendapatkan Pekerjaan, Pengungsi di Palu Pilih Berkebun Jagung

Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan, adalah beras, rokok kretek filter, kue basah, tongkol/tuna/cakalang, telur ayam ras, gula pasir, mie instan, cabe rawit, bawang merah, roti, kopi bubuk dan kopi instan (sachet). 

"Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi," kata Faizal. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin) 

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved