Ramadan 2019

Agar Tak Telat Sahur Segera Download! Jadwal Imsakiyah 2019 wilayah Sulteng dari PP Muhammadiyah

Agar tidak telat bangun sahur dan tepat waktu menjalankan salat saat puasa, berikut bisa didownload secara gratis jadwal Imsakiyah Ramadan 2019

Penulis: Imam Saputro |
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Jemaah melakukan tadarus di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (7/6/2018). Beragam aktivitas dilakukan jemaah untuk menunggu waktu berbuka puasa seperti beribadah, memperdalam ilmu agama, dan hanya sekedar menikmati suasana Masjid Istiqlal. 

- Niat salat sunah witir 2 raka'at 

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى 

USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALA 

Artinya :

Saya niat salat witir dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala 

- Niat salat witir 1 raka'at 

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى 

USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALA 

Artinya:

Saya niat salat witir satu rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala

Hukum Belum Lunasi Hutang Puasa 

Mungkin sebagian orang masih punya utang puasa di tahun lalu. 

Hal tersebut pastinya akan mengganggu ibadah kita untuk ke depannya. 

Bagaimana hukumnya jika seorang muslim belum melunasi puasanya, dan apa yang harus dilakukan? 

Ustadz Muhammad Alwi Yusuf, salah satu Ustaz kembar yang biasa tampil di sejumlah acara dakwah televisi memberikan penjelasannya. 

Menurut Alwi Yusuf, hukumnya membayar hutang puasa adalah wajib dengan segera dikerjakan. 

Istilahnya dalam hal itu adalah puasa Qadha. 

Ustadz Alwi menjelaskan bahwa sebetulnya sangat mudah sekali untuk membayar hutang puasa atau puasa qadha, karena ada 11 bulan membentang diluar bulan Ramadhan untuk mengerjakannya. 

Yang diperkenankan meng-qadha puasa adalah yang terkena udzur syar'i. 

"Yang mendapatkan udzur adalah sakit dan tidak kuat berpuasa, atau sedang dalam bepergian (musafir), wanita haidh atau nifas, atau dalam keadaan hamil dan menyusui," ujar Ustadz Alwi seperti dikutip TribunJakarta.com. 

Penjelasan tersebut sesuai dengan ayat di kitab suci Al-quran adalah: 

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ 

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185) 

Namun Ustad Alwi menyampaikan bahwa jika terlewat hutang Ramadhan sebelumnya sampai dengan Ramadhan lagi belum digantikan, maka menurut madzhab Syafii adalah dengan selain Qadha juga terkena fidyah satu mud setiap harinya.

 Jika terlambat setahun maka ditambah lagi satu mud. 

Hitungan satu mud adalah kurang dari satu liter beras. 

Maka kira kira dalam satu hari ukurannya adalah satu liter beras. 

Jika terlambat dua tahun maka setiap harinya ditambah dua mud.(*)

(TribunPalu.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved