Perihal Cabut Jabatan Guru Besar Amien Rais, UGM Membantah: Itu Kewenangan Kemenristekdikti

Marak isu pencabutan jabatan guru besar Amien Rais, UGM membantah pernyataan tersebut. Sebab, yang berwenang mencabut gelar hanyalah Kemenristekdikti.

Perihal Cabut Jabatan Guru Besar Amien Rais, UGM Membantah: Itu Kewenangan Kemenristekdikti
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Amien Rais. 

TRIBUNPALU.COM - Beberapa hari yang lalu ramai kabar terkait pencabutan gelar Amien Rais yang dilakukan oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM).

Namun, pernyataan berbeda dipaparkan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani terkait mencabut jabatan guru besar dari Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Pihaknya membantah adanya pernyataan pencabutan status jabatan guru besar Amien Rais.

Sebab, menurut Iva Ariani, UGM tidak memiliki kewenangan tersebut dan Kemenristekdikti-lah yang memiliki kewenangan mencabut status jabatan seseorang.

"Tidak pernah ada statement UGM mencabut (status jabatan) guru besar (Amien Rais) karena guru besar itu kewenangan Kemenristekdikti," jelas Iva Ariani saat dihubungi di Yogyakarta, Senin (27/5/2019), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Iva Ariani juga memaparkan bahwa pernyataan Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Koentjoro dalam acara Deklarasi Pesan Persatuan dan Perdamaian di Balairung, Gedung Pusat UGM, pada Jumat (24/5/2019), sama sekali tidak menyebutkan adanya pencabutan jabatan guru besar dari Amien Rais.

Surat Terbuka Istri Penulis Buku Jokowi People Power untuk Amien Rais, Begini Isinya

Pernyataan itu muncul setelah awak media menanyakan soal sikap UGM terhadap kontroversi kiprah politik Amien Rais.

Iva Ariani melanjutkan, saat itu Koentjoro mengatakan bahwa jabatan guru besar merupakan jabatan fungsional akademik karena Amien Rais melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat).

Kemudian, saat ditanya mengenai sebutan profesor Amien Rais, Iva Ariani kembali merujuk ke jabatan guru besar.

Sebutan guru besar atau profesor bukan gelar seumur hidup, melainkan jabatan fungsional akademik yang hanya berlaku saat yang bersangkutan masih menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Halaman
123
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved