Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Aksi Protes Direspon Bupati, Harga Cengkeh di Tolitoli Disepakati Rp 100 Ribu Per Kilogram

Dalam rapat koordinasi tersebut seluruh peserta rapat menyetujui penetapan harga jual komoditi cengkeh dari petani sebesar Rp.100.000 per kilogram.

DOK HUMAS PEMKAB TOLITOLI
Rapat koordinasi stabilisasi harga cengkeh di Kantor Bupati Tolitoli, Rabu (17/7/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, TOLITOLI – Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan, memimpin rapat koordinasi untuk menindaklanjuti aspirasi petani cengkeh yang menginginkan harga jual komoditi cengkeh stabil di Kabupaten Tolitoli, Rabu (17/7/2019) siang.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Andi Ahmad Syarif, Komandan Kodim 1305 Buol Tolitoli Letkol (Inf) Gunnarto, Kabag Ops Polres Tolitoli Kompol Nurhadi, serta perwakilan Asosiasi Petani Cengkeh Tolitoli (APCI) dan Forum Komunikasi Petani Cengkeh (FKPC) Tolitoli.

Dalam rapat koordinasi tersebut seluruh peserta rapat menyetujui penetapan harga jual komoditi cengkeh dari petani sebesar Rp.100.000 per kilogram.

Pelaku Industri Kopi di Sulteng Dapat Pelatihan Roasting dan Blending

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah Tolitoli akan berupaya menjalin kerja sama dengan pihak ketiga yakni pengusaha, untuk bersedia membeli cengkeh dari petani dengan harga tersebut.

Pemerintah Daerah Tolitoli juga akan memfasilitasi sarana transportasi untuk pengangkutan dan pengiriman cengkeh ke luar daerah.

“Saya mengundang pihak-pihak terkait meminta tanggapan atau saran dari semua pihak terkait rencana penetapan harga cengkeh menjadi Rp.100.000 per kilogram,” Kata Saleh, Bupati Tolitoli.

Menanggapi pernyataan bupati tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Andi Ahmad Syarif, menyatakan apresiasinya terhadap rencana diterbitkannya keputusan Bupati Tolitoli dalam menetapkan harga cengkeh.

Ketua DPRD menjelaskan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan RI, sulit menentukan harga cengkeh secara nasional karena cengkeh ini bukan komoditi strategis melainkan komoditi monopoli.

Jumlah Penduduk Miskin di Sulteng Berkurang 3.130 Orang

“Sebab, hanya pabrik rokok yang membeli cengkeh, itupun bukan merupakan bahan utama rokok,” jelas Andi Ahmad Syarif.

Menyambung lidah petani cengkeh, dalam forum rapat koordinasi itu, Ketua DPRD mengusulkan untuk memberdayakan perusahaan daerah dalam menangani komoditi cengkeh ini.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved