Cerita Selebriti

Rio Reifan Mengaku Ingin Sembuh dari kecanduan Narkoba Setelah Rehabilitasi

"Saya harap dengan proses rehabilitasi ini, saya bisa sembuh total dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya." ucap Rio

Rio Reifan Mengaku Ingin Sembuh dari kecanduan Narkoba Setelah Rehabilitasi
RINDI NURIS VELAROSDELA
Artis peran Rio Reifan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2019) 

TRIBUNPALU.COM - Artis peran Rio Reifan berharap proses rehabilitasi dapat menyembuhkan ketergantungannya pada narkoba jenis sabu. Pernyataan itu diungkapkan Rio sebelum menjalani rehabilitasi.

Rio Reifan diketahui mulai menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur sejak hari ini, Rabu (4/9/2019).

Hal tersebut berdasarkan hasil asesmen yang dikeluarkan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta pada 24 Agustus 2019.

"Intinya saya ingin berterima kasih karena saya dikasih kesempatan rehabilitasi. Saya memang ingin sembuh, saya mohon doanya. Saya sangat menyesal dengan kejadian yang sudah terjadi," ujar Rio di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

2 Komika yang Ditangkap Polisi Sudah 3 Bulan Gunakan Sabu, Mengaku Pakai Narkoba agar Percaya Diri

Ditanya Boy William Kota Tempat Tinggalnya di Amerika, Barbie Kumalasari: Ada Deh Biar Jadi Rahasia

"Saya harap dengan proses rehabilitasi ini, saya bisa sembuh total dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Saya mohon doanya teman-teman semua," lanjutnya.

Rio pun mengaku tidak mengonsumsi barang haram itu sejak ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. "Beberapa hari ini Alhamdulillah tidak ada reaksi ke badan saya setelah tidak mengonsumsi narkoba. Saya ingin menuntaskan pengetahuan saya di tempat rehabilitasi. Saya mohon doa semuanya," katanya.

Rio ditangkap di rumahnya di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/8/2019) lalu.

Polisi mengamankan barang bukti di antaranya sabu-sabu seberat 0,0129 gram, rokok, dan dua buah korek.

Hasil tes urine juga menunjukkan Rio positif narkoba jenis sabu-sabu. Dia dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 jo Pasal 127 huruf a jo Pasal 132 Ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009.

Ancaman hukumannya adalah maksimal 20 tahun penjara.

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved