Breaking News:

Terkini Daerah

Kepolisian Sebut Ada Provokator Berseragam SMA yang Menyusupi Demo Mahasiswa

"Ya ada yang pakai baju SMA, ada yang sudah lulus SMA tapi pakai baju SMA," ujar Bastoni saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/10/2019).

KOMPAS.COM/HIMAWAN
Massa mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar saat membakar karangan bunga berisi ucapan selamat anggota DPRD Sulsel yang baru, Selasa (24/9/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama mengatakan 197 demonstran di Gedung DPR yang diamankan pada 30 September lalu sebagian besar terdiri dari pelajar menengah atas.

Namun sebagian dari mereka ada yang berstatus bukan pelajar dan alumni.

Mereka yang diduga provokator kericuhan menggunakan seragam sekolah dan menyamar sebagai pelajar.

"Ya ada yang pakai baju SMA, ada yang sudah lulus SMA tapi pakai baju SMA," ujar Bastoni saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/10/2019).

Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku hanya ikut-ikutan karena diajak seorang koordinator.

Sosok Pembawa Bendera Saat Demo Ditangkap, Diduga Lecehkan Merah Putih, Polisi: Tidak Ada Kaitannya

Tak Hanya Mahasiswa, Sejumlah Pelajar Juga Ikut Aksi Demonstrasi di Kota Palu

Ketika ditanya mengenai identitas koordinator massa tersebut, Bastoni enggan menjelaskan.

"Koordinator bukan di kita (penahanan). Itu (ranah) di Polda ya," kata Bastoni.

Namun 197 orang itu tidak ditahan untuk waktu yang lama.

Mereka dipulangkan keesokan harinya dan hanya diberi pembinaan oleh polisi.

Dari hasil tangkapan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan satu senjata tajam berupa celurit.

Dia berharap tindakan polisi ini bisa membuat para pelajar jera dan berpikir dua kali untuk mengikuti aksi demonstrasi jika hanya ingin membuat kericuhan.

"Kita sudah komunikasikan dengan pihak sekolah. Kita harap para pelajar belajar saja di sekolah. Jangan sampai buat keributan yang mengganggu ketertiban umum," ucap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Sebut Provokator Demo Menyamar Pakai Seragam SMA untuk Buat Kericuhan", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved