Sulteng Hari Ini
Peringati Setahun Bencana, Pameran Khusus Sejarah Alam dan Kebencanaan Digelar
Pameran khusus sejarah alam dan kebencanaan digelar dalam rangka turut memperingati satu tahun bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi Palu.
Penulis: Haqir Muhakir |
TRIBUNPALU.COM, PALU -- Pameran khusus sejarah alam dan kebencanaan digelar dalam rangka turut memperingati satu tahun bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi Palu.
Pameran itu dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di UPT Taman Budaya dan Museum Sulawesi Tengah, Kamis (3/10/2019).
Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola menyempatkan diri untuk hadir dalam pembukaan pameran tersebut.
Pameran tersebut memperlihatkan foto dampak kerusakan akibat bencana yang melanda Kota Palu, Sigi, dan Donggala pada 28 September 2018 lalu.
• Minim Pengawasan, Sapi Warga Berkeliaran Bebas di Jalan Utama Menuju Bandara Mutiara Sis Aljufri
• Mengenang 1 Tahun Bencana Alam Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi di Wilayah Palu dan Sekitarnya
• Hadiri Refleksi 1 Tahun Bencana di Balaroa Palu, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola Meminta Maaf
Foto-foto yang ditampilkan merupakan gambar yang didokumentasikan sehari pascabencana, yaitu tanggal 29 September 2019.
Selain memamerkan foto, pameran itu juga menampilkan simulasi proses terjadinya gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi secara visual.
Rencananya, pameran sejarah alam dan kebencanaan itu akan berlangsung hingga 8 Oktober 2019 mendatang.
Gubernur Longki mengatakan, bencana alam 28 September tahun lalu memberikan banyak pelajaran yang berharga.
Misalnya, teori-teori mitigasi bencana yang didapatkan selama ini telah terpatahkan oleh peristiwa gempa bumi, tsunami dan likuefaksi pada 28 September 2018 lalu.
"Jadi kesimpulannya, jika terjadi gempa dan kita berlari ke tempat terbuka kita harus melihat situasi di sekelilingnya, kemungkinan potensi likuefaksi ada atau tidak," jelas Longki.
• Setahun Pascabencana, PFI Palu dan LKBN Antara Sulteng Gelar Pameran Foto
• Hampir Setahun Pascabencana Kota Palu, Pasha Ungu Kenang Masa Pilu, Akui Sempat Stres Karena Hal Ini
Untuk itu, lanjut Longki, pemahaman tentang kebencanaan memegang pengaruh sangat penting dalam proses penyelamatan diri.
Oleh karenanya, di kesempatan itu Gubernur Longki mengimbau masyarakat untuk mempelajari dan memahami terkait kebencanaan dan mitigasi bencana.
"Hal tersebut sangat perlu dipahami agar bisa meminimalisir dampak korban akibat bencana," kata Longki.
(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/pameran-kebencanaan.jpg)