Dua Napi Ditetapkan jadi Otak Pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palu

Dua dari sepuluh narapidana tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu, ditetapkan sebagai pelaku utama atau otak pemb

Dua Napi Ditetapkan jadi Otak Pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palu
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Tersangka pembakaran LPP Kelas III Palu berada di Polres Sigi, Selasa (8/10/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Dua dari sepuluh narapidana tersangka pembakaran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu, ditetapkan sebagai pelaku utama atau otak pembakaran.

"Keduanya diketahui bernama Mona dan Tenri Sanna," jelas Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, Selasa (8/10/2019) siang.

Kata kapolres, pihaknya sudah mengamankan tersangka Tenri Sanna, bersama 7 tersangka lainnya.

Sementara Mona masih dalam pencarian alias DPO bersama 1 tersangka lainnya, yang diperkirakan masih berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Polres Sigi sudah menetapkan10 tersangka atas nama Mona, Rosmani, Atriwenda, Elisa Tamalanga, Tenri Sanna, Ruhena, Siti Hadija, Farida Ariani, Maslia, dan Diana Tangkudung.

Menurut polisi, pembakaran Lapas Perempuan itu sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya.

"Sudah direncanakan sejak hari Jumat tanggal 20 September 2019, itu diketahui dari pertemuan-pertemuan yang dilakukan para tersangka ini," kata Wawan.

Hasil Pemeriksaan Tim Puslabfor Polri Ungkap Ruangan yang Jadi Titik Api di LPP Kelas IIIa Palu

Usaha ini pertama dilakukan pada Sabtu (21/9/2019) sekitar pukul 22.00 wita, di mana Tenri Sanna ditugaskan memancing keributan.

Dengan cara membakar selendang yang dililitkan pada sebuah kipas angin, namun usaha ini gagal karena apinya keburu dipadamkan oleh rekannya sesama narapidana.

Kemudian usaha ini kembali direncanakan oleh Mona, dengan kembali melakukan beberapa kali pertemuan.

Halaman
123
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved