Minggu, 26 April 2026

Kapolri Baru Resmi Dilantik, Novel Baswedan Minta Pelaku Segera Ditangkap

Novel Baswedan mengungkapkan harapannya agar pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya dapat segera ditangkap.

Kompas.com/Garry Andrew Lotulung
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. 

TRIBUNPALU.COM - Kasus Novel Baswedan kembali menjadi perhatian seiring dengan dilantiknya Jenderal Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jumat (1/11/2019).

Sejak penyerangan yang terjadi pada April 2017 itu, hingga 2019 ini belum ditemukan titik terang mengenai kasus tersebut.

Padahal sudah ada tiga tim yang dibentuk secara khusus untuk mengungkap kasus yang menimpa penyidik senior KPK itu.

Dilantiknya Kapolri baru pun seperti membuka secercah harapan untuk dapat segera mengungkap kasus yang telah terjadi dua setengah tahun lalu itu.

Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan Tak Kunjung Ditemukan

Dilansir dari tayangan pada kanal Youtube Kompas TV yang diunggah pada Sabtu (2/11/2019), Novel Baswedan mengungkapkan harapannya agar Kapolri yang baru dapat segera mengungkap kasus yang menimpa dirinya itu.

Novel juga mengatakan bahwa saat ini yang menjadi fokusnya bukanlah mengenai perkembangan kasus ataupun motif penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

Menurutnya setelah dua setengah tahun berjalan, yang lebih penting adalah dapat segera menangkap pelaku lapangan.

"Bagi saya setelah dua setengah tahun, kita sudah bukan bicara tentang perkembangan lagi. Kita sedang bertanya, mengapa tidak segera ditangkap? Fokusnya adalah kapan (pelaku) ditangkap," ungkap Novel.

Jadi Calon Tunggal Kapolri Gantikan Tito Karnavian, Idham Azis Janji Ungkap Kasus Novel Baswedan

Jenderal (Pol) Idham Azis Resmi Dilantik Jadi Kapolri Baru Gantikan Tito Karnavian

Novel juga menambahkan untuk tidak membicarakan mengenai motif terlebih dulu karena akan menimbulkan perdebatan.

Novel berpendapat apabila pelaku lapangan telah ditangkap, nantinya dapat dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif dari penyerangan tersebut.

Ketua KPK, Agus Rahardjo juga turut menyampaikan harapannya kepada Jenderal Idham Azis selaku Kapolri yang baru.

Agus optimis dengan rekam jejak Idham yang telah ikut menangani kasus Novel sejak lama dapat mengungkap kasus tersebut.

"Beliau menangani (kasus Novel Baswedan) mulai dari (saat menjabat sebagai) Kapolda, kemudian Kabareskrim, mudah-mudahan hasilnya sebentar lagi bisa diterima. Kami optimis," ujar Agus.

Idham Azis Dilantik Jadi Kapolri, Joko Widodo Minta Kasus Novel Baswedan Tuntas dalam Satu Bulan

5 Fakta Investigasi TGPF Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, Diduga Ada Motif Politik

Presiden Joko Widodo mengatakan telah memberikan batas waktu hinggal awal Desember 2019 kepada Kapolri baru untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menggelar pertemuan dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka pada Jumat (1/11/2019).

"Tadi sudah saya sampaikan kepada Kapolri yang baru, saya beri waktu sampai awal Desember," ungkap Jokowi.

Sebelumnya Idham Azis juga telah menyatakan akan segera menunjuk Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri baru untuk mengungkap kasus Novel Baswedan setelah ia resmi dilantik sebagai Kapolri.

"Begitu dilantik, saya akan menunjuk Kabareskrim baru dan nanti saya akan beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu," ungkap Idham Azis pada Rabu (30/10/2019) seusai menjalani fit and proper test calon Kapolri.

Sementara itu Kadiv Humas Polri, Irjen M. Iqbal menyatakan Polri telah menemukan hal signifikan terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK itu.

"Kabareskrim baru akan diperintahkan untuk segera menuntaskan kasus Novel Baswedan. Tim teknis terus bekerja secara maksimal sampai saat ini, tanpa henti untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Perlu digaris bawahi, ada hal-hal yang sangat signifikan yang sudah kami dapat mengenai kasus tersebut. Doakan saja semoga kami bisa segera mengungkap kasus tersebut," ungkap Irjen M. Iqbal.

(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany Priastuti)

Pesan untuk Idham Azis yang Resmi Dilantik Jadi Kapolri, dari Joko Widodo hingga Tito Karnavian

TRIBUNPALU.COM - Idham Azis resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kapolri baru di Istana Negara, Jumat (1/11/2019) pukul 09.30 WIB.

Idham Azis dilantik setelah dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test.

Posisi Idham Azis menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Purnawirawan Tito Karnavian yang ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Kabinet Indonesia Maju.

Dilansir Tribunnews.com dari YouTube Sekretariat Presiden, pengangkatan Idham Azis sebagai Kapolri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97 Tahun 2019 Tentang Pengangkatan Kepala Kepolisian RI.

Keputusan Presiden ini mulai berlaku sejak saat pelantikan pejabat pada Jumat (1/11/2019).

Jokowi kemudian menanyakan kesediaan Idham untuk diambil sumpahnya.

Lulusan Akpol 1988 itu menyatakan bersedia.

Jokowi resmi lantik Idham Azis
Jokowi resmi lantik Idham Azis (Youtube Sekretariat Presiden)

"Sebelum saudara mengucapkan sumpah di hadapan tuhan Yang Maha Esa berkenanaan dengan pelantikan dengan jabatan ini harap dijawab pertanyaan saya," ucap Jokowi.

"Saudara Komjen Idham Azis apakah saudara beragama Islam?" tanya Jokowi.

"Siap, saya beragam Islam," jawab Idham.

"Harap saudara mengikuti dan mengulangi kata kata saya," pinta Jokowi.

Berikut isi sumpah Kapolri :

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus lurusnya demi dharma bakti saya pada bangsa dan negara,"

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab."

"Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata."

Usai Dilantik Jadi Kapolri, Idham Azis Enggan Komentari Kasus Novel Baswedan

Jenderal (Pol) Idham Azis Resmi Dilantik Jadi Kapolri Baru Gantikan Tito Karnavian

Masih Tunggu Uji Materi UU KPK, Presiden Joko Widodo Pastikan Tak Akan Menerbitkan Perppu

Setelah pembacaan keputusan presiden, Idham Azis menandatangani berita acara pelantikan.

Didampingi pula oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Marsekal TNI Dr (HC) Hadi Tjahjanto SIP.

Tak hanya itu, pangkat Idham Azis dinaikkan menjadi jenderal polisi.

Selanjutnya, Jokowi mengganti tanda pangkat Idham Azis yang terpasang di pundak, dari bintang tiga menjadi bintang empat.

Jokowi Mengganti pangkat di pundak Idham Azis
Jokowi Mengganti pangkat di pundak Idham Azis (YouTube Sekretariat Presiden)

Pesan Jokowi untuk Idham Azis 

Prioritas utama yang harus dilaksanakan Idham Azim sebagai pesan dari Jokowi adalah kerja, kerja, dan kerja.

"Presiden menyampaikan kepada saya, kerja, kerja, dan kerja," ujar Idham Aziz, dilansir dari kanal Youtube KompasTV.com, Kamis (31/10/2019).

Idham Aziz mengatakan, ia akan melanjutkan tugas-tugas yang sudah dilakukan Kapolri sebelumnya Tito Karnavian dan akan menguatkan program pemerintah.

Program yang menjadi prioritas Kapolri baru di antaranya:

1. Dalam hal pembangunan sumber daya manusia unggul, sudah sesuai dengan program lima tahun pemerintahan Jokowi Ma'ruf.

2. Memantapkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban nasional.

3. Penguatan penegakan hukum dan pemantapan manajemen media, penguatan sinergi kepolisisan, penataan kelembagaan dan peningkatan pengawasan.

"Mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk membuat situasi Indonesia ini aman," ungkapnya.

Kapolri yang baru saja dilantik ini mengatakan, secara cepat akan menindaklanjuti program-program tersebut setelah serah terima dengan Tito Karnavian yang akan digelar pada Rabu (6/11/2019).

Tak hanya itu, melalui unggahan di akun Instagram @jokowi, Jumat (1/11/2019) Presiden RI ini juga menyampaikan ucapan selamat pada Jenderal Polisi Idham Azis yang baru saja dilantik.

"Selamat bekerja Jenderal Polisi Idham Aziz sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia," tulis Jokowi.

Sri Mulyani Turun Tangan Soal Lem Aibon, Tahun 2016 Temukan Kelebihan Anggaran Tunjangan Guru Rp23 T

Tanggapan Tjahjo Kumolo, PKS, hingga PAN Soal Larangan Pemakaian Cadar

Pesan Tito Karnavian

Mantan Kapolri, Tito Karnavian berpesan kepada penerusnya, Idham Azis bahwa memimpin Polri bukanlah pekerjaan mudah.

"Banyak pekerjaan yang harus dikerjakan oleh Pak Idham. Jadi kapolri enggak gampang," kata Tito seperti dikutip Kompas.com.

Tito mengatakan, menjabat kapolri tidak mudah karena ada 450 anggota Polri yang harus diurus.

Apalagi, anggota Polri tersebut tersebar di 34 polda, 500 lebih polres, dan hampir 5.000 polsek yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Idham, kata Tito, harus memastikan seluruh anggotanya bisa melaksanakan tugas pokok pemeliharaan kamtibnas sambil mengoptimalkan pelayanan kepada publik.

"Penegakan hukum itu tidak gampang di tengah negara yang sangat pruralistik dan demokrasi yang cenderung bebas," kata dia.

Kolase foto Idham Azis, Tito, dan Jokowi
Kolase foto Idham Azis, Tito, dan Jokowi (Instagram @jokowi dan setkab.go.id)

Tito menyebut, satu yang menjadi tantangan adalah menjaga keamanan Pilkada 2020.

Ada 270 daerah yang akan menggelar pilkada secara serentak.

Ada juga permasalahan terkait kejahatan konvensional, seperti perampokan, begal, kekayaan negara, ilegal loging, ilegal fishing, serta masalah lingkungan.

"Kompleks sekali. Saya merasakan tiga tahun tiga bulan merasa cukup berat," kata dia.

Tito yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pun menyatakan siap bekerja sama dengan Idham, utamanya terkait situasi keamanan di daerah.

"Pasti. Kan saya pembina untuk kepala daerah," ucap Tito.

(Tribunnews.com/Sinatrya) (Kompas.com/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Idham Azis Resmi Dilantik jadi Kapolri, Ini Pesan Tito Karnavian hingga Presiden Jokowi

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved