Palu Hari Ini

Wali Kota Palu Hidayat Tak Hadiri Sidang Kedua dalam Kasus Penghinaan Dirinya

Wali Kota Palu Hidayat kembali tak hadiri sidang kedua dalam kasus penghinaan wali kota atas warga bernama Nasir Tula.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Lita Andari Susanti
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Saksi dan jaksa, dan tersangka dugaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) saat keluar dari ruang sidang, Rabu (20/11/2019) sore. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Laporan Wali Kota Palu Hidayat, terhadap warga bernama Nasir Tula, atas dugaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) sudah memasuki sidang kedua, Rabu (20/11/2019) sore.

Di sidang kedua itu, majelis hakim memeriksa saksi atas nama Roy E Sumakul.

Pasca memeriksa saksi tersebut, Ketua Majelis Hakim Aisa H Mahmud, terpaksa kembali menunda sidang untuk pekan depan.

Hal itu dikarenakan Wali Kota Palu Hidayat kembali tidak hadir dalam sidang kedua tersebut.

Wali Kota Palu Hidayat
Wali Kota Palu Hidayat (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

"Dia (Wali Kota Palu Hidayat, red) ada saksi korban jadi harus dihadirkan," jelas Hakim Aisa.

Di sidang kedua itu, hakim meminta keterangan terhadap saksi yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lucas.

Dalam keterangannya, saksi Roy diminta oleh tersangka Nasir Tula, untuk meng-capture tampilan layar handphone milik Nasir Tula.

Usai Bertemu Jokowi, Wali Kota Palu Berharap BPN Sulteng Libatkan Pemkot soal Lahan Huntap

Hakim PN Palu Nyatakan Gugatan Pengusaha Korban Penjarahan Terhadap Presiden Tak Dapat Diterima

Gambar yang di-capture itu berisi pesan ujaran kebencian terhadap Wali Kota Palu Hidayat.

Saat ditanya hakim, Nasir Tula, membantah telah meminta tolong terhadap saksi Roy.

Sebelumnya, dugaan tindak pidana ITE ini berawal dari postingan Nasir Tula melalui akun facebooknya pada 20 Oktober 2018.

Lanjutkan Instruksi Jusuf Kalla, Wali Kota Palu Temui Yayasan Tzu Chi untuk Bahas Lahan Huntap

Warga Kota Palu itu dalam akun facebooknya menuliskan status 'Siiap bergabung..Insya Allah dalam waktu dekat Kita buat group Wa. Turunkan mereka berdua dan sama bergerak tanpa ada unsur kepentingan sama sekali. Semata2 niat selamatkan Palu dari pemimpin pemuja setan” dan “manusia…MANUSIA itu HIDAYAT pemuja setan. SIAPA YG BELA WALIKOTA disini DIA JUGA SETAN'.

Berdasarkan postingan tersebut, Nasir Tula dilaporkan ke Polda Sulteng pada tanggal 23 Oktober 2018 dengan laporan polisi Nomor: LP/511/X/2018/Sulteng/SPKT Tanggal 23 Oktober 2018.

Kemudian dilimpahkan pada Kejaksaan Negeri Palu pada tanggal 23 September 2019.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lucas J Kubela, mengatakan barang bukti yang dilimpahkan penyidik Polda Sulteng ke Kejaksaan berupa hasil screen shoot di akun Facebook milik terdakwa Nasir Tula melalui gawainya.

“Terdakwa Nasir Tula didakwakan dengan Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” kata Lucas.

Berdasarkan hasil penyidikan kata Lucas, seharusnya gawai milik terdakwa dijadikan barang bukti.

Namun berdasarkan hasil koordinasi, gawai milik Nasir Tula telah hilang.

Adapun terhadap terdakwa tambahnya tidak dilakukan penahanan melainkan hanya dikenakan wajib lapor pada setiap Senin dan Kamis.

"Dalam waktu dekat perkaranya akan segera dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved