Palu Hari Ini

Warga yang Berdiri hingga Bibir Sungai Palu Jadi Kendala Utama Penyelamatan Buaya Berkalung Ban

BKSDA Sulawesi Tengah menyebut, masyarakat yang berdiri sampai bibir sungai jadi kendala utama proses penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu.

Penulis: Haqir Muhakir |
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Proses pemantauan penangkapan buaya berkalung ban di muara Sungai Palu, Sabtu (8/2/2020) sore. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Konflik Buaya BKSDA Sulawesi Tengah menyebut, masyarakat yang berdiri sampai bibir sungai jadi kendala utama proses penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu.

Kepala Satgas Penanganan Konflik Buaya BKSDA Sulteng Haruna mengatakan, terlalu banyaknya masyarakat yang menonton di kiri dan kanan sungai menjadi hambatan yang tidak bisa dihindari.

Pihaknya juga tidak bisa melarang atau meminta masyarakat untuk tidak terlalu dekat ke bibir sungai.

Kehadiran masyarakat itu membuat durasi kemunculan buaya berkalung ban di atas permukaan air jauh lebih sedikit.

Proses pemantauan penangkapan buaya berkalung ban di muara Sungai Palu, Sabtu (8/2/2020) sore.
Proses pemantauan penangkapan buaya berkalung ban di muara Sungai Palu, Sabtu (8/2/2020) sore. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

BKSDA Hentikan Sementara Proses Penyelamatan Buaya Berkalung Ban

Penyelamatan Buaya Berkalung Ban Sampai Hari Ke-3 Belum Membuahkan Hasil

Baru Dua Pekan Digelar, Sayembara Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Palu Dibatalkan, Ini Alasannya

Lika-liku Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Palu, Sempat Dicari Panji Petualang

Proses Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu Jadi Tontonan Ratusan Warga

"Baru buayanya muncul sedikit saja, sudah luar biasa teriakan, sehingga buaya ini langsung menghilang lagi," jelas Haruna, saat dihubungi Minggu (9/2/2020) sore.

Sehingga, kata Haruna, dengan durasi kemunculan buaya berkalung ban yang singkat itu, petugas yang menggunakan tombak harpun tidak sempat untuk melakukan penombakan.

"Ini sebenarnya menjadi kendala utama kita karena Sungai Palu berada di tengah-tengah permukiman masyarakat," tambah Haruna.

Hal itu didukung oleh keberadaan Sungai Palu yang memotong wilayah Kota Palu.

"Sehingga kami dari tim, itu justru menjadi kendala dan hambatan tersendiri dalam penyelamatan buaya berkalung ban," ujarnya.

Kendala tersebut dan sejumlah kendala lainnya, membuat BKSDA Sulteng menghentikan sementara upaya penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu mulai Sabtu (8/2/2020) sore.

Kata Haruna, dihentikan sementara proses penyelamatan buaya berkalung ban itu dikarenakan masa akhir pekan.

Selain itu, ada juga faktor cuaca angin dan arus air kencang yang menghambat kerja petugas.

Belum lagi ditambah dengan adanya ombak yang cukup besar di sekitar muara Sungai Palu tempat bersembunyi buaya berkalung ban.

Haruna menjelaskan, pemberhentian upaya pencarian dan penyelamatan itu dilakukan hingga cuaca normal serta buaya yang menjadi target bisa muncul seperti sebelumnya.

"Hari ini, buaya berkalung ban hanya menampakkan kepalanya dan sesekali kembali ke dalam air, sementara yang menampakkan diri untuk berjemur hanya buaya lainnya yang tidak menjadi target." ungkap Haruna.

Diduga Terlibat Kasus Pencurian, Dua Pria di Kota Palu Dibekuk Polisi

Sudah Go-Public, Aurel Hermansyah Malam Mingguan dengan Atta Halilintar Jaga Arsy dan Arsya

Tewaskan 20 Orang, Pelaku Teror Penembakan Massal di Kota Korat, Thailand Ditembak Mati

Menang Undian Wuling Drive & Win Periode II, Seorang Warga Palu Bawa Pulang Mobil Wuling Cortez CT

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved