Kisah Rusmito, Kakek Tunanetra di Aceh Bekerja Mengangkuti Tandan Kelapa Sawit, Pantang Minta-Minta
Kisah kakek Rusmito berusia 61 tahun yang tetap bekerja meskipun tuna netra, sebut lebih baik ngutang daripada meminta-minta.
TRIBUNPALU.COM - Kisah kakek Rusmito berusia 61 tahun yang tetap bekerja meskipun tuna netra, sebut lebih baik ngutang daripada meminta-minta.
Rasmito merupakan seorang kakek berusia 61 tahun yang tinggal di Desa Cipare-Pare Timur, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Kakek Rasmito merupakan seorang penyandang tuna netra (gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya) sejak kecil.
Meskipun dalam kondisi keterbatasan fisik, kakek Rasmito tetap seseorang yang bekerja keras.
Dilansir oleh Serambinews.com, Kakek Rasmito ternyata bekerja layaknya orang sehat yakni mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di pundaknya.
Mungkin saja banyak yang meragukan kemampuan kakek Rasmito.
Sebab, selain menyandang tuna netra usianya juga mulai renta.
• 7 Bos BNI di Ambon dan Maluku Jadi Tersangka, Bobol Dana Nasabah Hingga Ratusan Miliar
• Arteria Dahlan: Pemerintah Harus Cermat Soal Rencana Pemulangan eks Kombatan ISIS ke Tanah Air
Ternyata kakek Rasmito merupakan orang yang tak pernah mau menyerah apalagi kehilangan semangat untuk bekerja keras layaknya orang normal lainnya.
Rasmito pun mengaku tidak mau menjadi peminta-minta sebagaimana kebanyakan dilakukan orang lain yang mengalami keterbatasan fisik.
Bagi Rasmito, meminta-minta merupakan aib dan jangankan melakukan terpikir pun tidak.
Sebab, kata Rasmito dia tetap bisa mandiri dan mengerjakan pekerjaan layaknya orang sehat.
”Meminta-minta malu saya, lebih baik saya bekerja, berapa dapat itulah yang dimakan, kalau tidak ya ngutang nanti dapat duit bayar,” ujar Rasmito dikutip TribunnewsWiki dari Serambi.

Menurut kakek Rasmito, malah sering dia menjumpai orang lain peminta-minta yang badannya sehat datang ke rumah.
Sebagian, kata Rasmito, peminta-minta itu jadi malu dan meminta maaf setelah menyaksikan kondisi sang kakek yang lebih parah darinya.
Namun tak sedikit yang tetap menerima pemberian sumbangan dari kakek Rasmito walau secara fisik terkadang lebih sehat atau malah sehat.