Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Yakin Semua Napi yang Bebas saat Corona Bakal Berkelakuan Baik

Para napi yang sudah bebas tersebut dinilai Kemenkumham juga telah memenuhi sejumlah syarat termasuk berkelakuan baik.

Kompas.com/istimewa
Puluhan warga binaan pemasyarakatan Klas II A Palu sujud syukur telah mendapat program asimilasi rumah, Kamis (2/4/2020) 

TRIBUNPALU.COM - Langkah Kementerian Hukum dan HAM untuk membebaskan narapidana saat pandemi Virus Corona menuai pro dan kontra.

Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM meminta masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir

Kemenkumham kembali menegaskan bahwa bebasnya ribuan narapidana merupakan salah satu upaya positif dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan, para napi yang sudah bebas tersebut juga telah memenuhi sejumlah syarat termasuk berkelakuan baik. 

6 Hari pasca Dibebaskan Pemerintah karena Corona, Pria ini Ditangkap Lagi karena Jual Ganja

Pesan Najwa Shihab untuk Yasonna Laoly setelah Pembebasan Bersyarat Ditegaskan Bukan untuk Koruptor

"Sebelum diekluarkan ada penilaian bahwa mereka berkelakuan baik, sudah menunjukkan perubahan sikap sebagai warga negara dan di dalam (penjara) tidak pernah melakukan pelanggaran," kata Rika kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Rika menuturkan, pihaknya menganggap wajar munculnya keresahan di tengah masyarakat imbas pembebasan para napi tersebut.

Namun, ia kembali mengingatkan bahwa para napi tersebut sudah menjalani pembinaan dengan baik dan siap kembali ke masyarakat.

"Mereka ini adalah saudara-saudara kita yang pernah melakukan kesalahan, sudah diibina, sudah memenuhi syarat, dan sudah siap kembali ke masyarakat," ujar Rika.

Rika menambahkan, pihaknya pun tetap mengawasi perilaku para napi setelah keluar dari penjara.

Ia mengatakan, hak asimilasi atau hak integrasi para napi tersebut dapat dicabut bila kedapatan kembali melakukan kejahatan.

"Dicabut hak asimilasi dan integrasinya, diproses tindak pidana barunya, jadi sisa pidana lama akan ditambah dengan masa pidana yang baru," kata Rika.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mencatat, ada 35.676 narapidana yang dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan per Selasa (8/4/2020) kemarin.

Mereka dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ribuan Napi Dikeluarkan dari Penjara, Ditjen Pemasyarakatan Pastikan Berkelakuan Baik", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved