LAPAN dan BMKG Tegaskan Kabar Arus Angin Bawa Wabah Penyakit adalah HOAKS
Belakangan ini beredar informasi mengenai adanya arus angin dari utara ke selatan yang membawa wabah penyakit.
"Tidak benar angin tanggal 10-12 April akan terjadi angin dari utara ke selatan yang kuat dan membawa wabah penyakit." kata Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) Erma Yulihastin.
Pihaknya menyebut angin yang terjadi selama tiga hari mendatang tidak didominasi oleh angin utara.
Tidak hanya itu, dijelaskan bahwa hingga kini belum ada penelitian yang menunjukkan keterkaitan wabah penyakit dengan angin lintas benua maupun lautan.
"Selain itu, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengaitkan wabah penyakit dengan angin lintas-benua dan lautan (angin monsun).
Virus tidak ditularkan melalui udara, tapi melalui droplets yang jarak jangkaunya pendek, dan yang berbahaya adalah transmisi dari orang ke orang." terangnya.
• Waspada HOAKS Pesan Berantai di WhatsApp Berisi Tawaran Internet Gratis 20 GB selama 60 Hari
• HOAKS! Virus Corona atau Covid-19 Dapat Menular Lewat Udara
Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG.
BMKG juga secara jelas menyatakan informasi yang beredar itu tidaklah benar dan dipastikan sebagai hoaks.
Dalam keterangannya, juga dikatakan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia berada pada masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau.
"sehingga sirkulasi angin tidak lagi di dominasi angin dari utara (dari Benua Asia),
bahkan di beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia kini sudah mulai berhembus angin dari timur - selatan (dari Benua Australia)" tulisnya pada akun Twitter @infoBMKG.
(TribunPalu.com/Clarissa Fauzany)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/hoaks-kabar-arus-angin-utara-dan-selatan-bawa-wabah-penyakit.jpg)