Yuli Meninggal Seusai Curhat 2 Hari Tak Makan Kena Dampak Corona, Camat Setempat Buka Suara

Yuli, ibu empat anak asal Kota Serang, Banten telah meninggal setelah curhatnya mengenai kondisi kehidupannya pasca pandemi Virus Corona (Covid-19)

Editor: Imam Saputro
Tangkapan layar Kompas TV
Yuli, ibu yang meninggal di Serang, Banten usai diberitakan kelaparan 

"Betul jadi dari awal belum terdaftar oleh pihak kelurahan," katanya.

Yassin lalu menjelaskan alur pendataan warga terdampak Covid-19, mulai dari jenjang, RT, RW, kelurahan, hingga baru ke kecamatan.

Berkaca dari hal tersebut, Yassin mengatakan kini pendataan masih dilakukan.

"Kalau pendataan sedang kita lakukan, dan ini sudah masuk ke dinas sosial," kata Yassin.

"Dengan adanya dampak Covid-19 ini anjuran Pemerintah Kota Serang ini agar RT, dan RW, Lurah, dan Camat mendata kepada warga masyarakat yang terdampak Covid Corona," tandasnya.

Simak videonya mulai menit awal: 

Viral Curhat Yuli Tak Makan 2 Hari

Sebelumnya, Yuli telah bercerita tentang bagaimana kehidupannya, dan keluarganya di tengah pandemi Covid-19.

Bergantung dari penghasilan suami yang berprofesi sebagai pemulung, Yuli, dan keluarganya bahkan sempat tidak makan selama dua hari.

Saking laparnya Ia mengakui hanya makan apa yang bisa dimakan.

Satu keluarga di Banten yang terdampak Virus Corona mengaku telah dua hari tidak makan karena tidak ada penghasilan
Satu keluarga di Banten yang terdampak Virus Corona mengaku telah dua hari tidak makan karena tidak ada penghasilan (kanal YouTube KompasTV)

 

Pada acara iNews Sore Minggu (19/4/2020), awalnya Yuli bercerita mengapa dirinya bisa tak makan hingga dua hari.

Ia bercerita bagaimana sebelum pandemi Covid-19 menyerang, suaminya yang bekerja sebagai pemulung dapat mengumpulkan hingga Rp 50 ribu sehari.

Begitupula dengan anaknya yang pertama.

Ibu empat anak tersebut mengatakan setelah pandemi Covid-19 menyebar, suaminya hanya bisa mendapatkan Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu dalam sehari.

Karena kondisi Covid-19, Yuli becerita suaminya kini sulit menjual rongsokan.

"Sekarang ini mau jual rongsok juga sulit karena lapak-lapak semua sudah pada tutup," kata Yuli.

Yuli menceritakan dengan jumlah uang Rp 25 ribu, dirinya hanya membeli apapun yang bisa dibeli, seperti mie instan, dan makan apa saja yang bisa diperoleh.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved