Breaking News:

Ilmuwan Peringatkan Kemampuan Mutasi Virus Corona Covid-19 bisa Timbulkan Jenis yang Lebih Mematikan

Ilmuwan mendeteksi lebih dari 30 mutasi virus corona dan di antara mereka sebanyak 19 mutasi atau sekitar 60 persen adalah mutasi virus baru.

ub.edu
ILUSTRASI virus corona. Ilmuwan mendeteksi lebih dari 30 mutasi virus corona dan di antara mereka sebanyak 19 mutasi atau sekitar 60 persen adalah mutasi virus baru. 

TRIBUNPALU.COM - Penyebaran wabah virus corona jenis baru penyebab penyakit Covid-19 yang semakin meluas ke seluruh dunia telah membuat peneliti bekerja keras untuk mengenal sifat mutasinya.

Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk memperlambat laju penyebaran sekaligus menemukan obat maupun vaksin.

Terbaru, ilmuwan China telah memperingatkan kemampuan mutasi virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, yang mungkin telah memberi dampak berbeda terhadap penyakit Covid-19 di seluruh dunia.

Hal ini diungkapkan Profesor Li Lanjuan dan rekan-rekannya dari Zhejiang University seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Selasa (21/4/2020).

Mat Solar Dua Kali Terkena Stroke, Kini Jarang Kontrol ke Dokter karena Ada Wabah Virus Corona

Kisah Pradana, Pemuda asal Solo yang Diterima di 11 Universitas di AS: Terinspirasi Maudy Ayunda

Update Corona Global Rabu, 22 April 2020 Pagi: Amerika Laporkan 2.700 Kematian dalam 24 Jam

Alasan Joko Widodo Baru Umumkan Larangan Mudik Lebaran di Tengah Pandemi Virus Corona

Studi baru yang dilakukan ilmuwan yang pertama kali menyarankan lockdown kota Wuhan, China, tempat pertama kali virus corona, SARS-CoV-2 terdeteksi ini menunjukkan bukti mutasi tertentu dari virus penyebab Covid-19 itu.

Menurut dia, mutasi tertentu pada virus corona baru ini dapat menciptakan jenis yang lebih mematikan dari jenis lainnya.

"SARS-CoV-2 telah memperoleh mutasi yang mampu secara substansial mengubah patogenisitasnya," kata Prof Li.

Untuk menyelidiki mutasi virus corona, SARS-CoV-2, Prof Li dan timnya menganalisa strain virus yang diisolasi dari 11 pasien Covid-19 yang diambil secara acak dari Hangzhou di provinsi Zhejiang.

Hasilnya, menunjukkan mutasi virus paling mematikan pada pasien di Zhejiang juga ditemukan di sebagian besar pasien di seluruh Eropa.

Sementara strain virus corona yang lebih ringan adalah varietas dominan yang ditemukan negara bagian Washington, Amerika Serikat.

ILUSTRASI virus corona
ILUSTRASI virus corona (ub.edu)
Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved