Jika Ingin Covid-19 Hilang Juli 2020, PSBB Harus Berskala Nasional dan Kepatuhannya Ditingkatkan
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan ada 'syarat' agar harapan virus corona hilang pada Juli 2020 bisa terwujud.
TRIBUNPALU - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan harapan virus corona Covid-19 bisa hilang pada bulan Juli dan kehidupan kembali berjalan normal.
Namun, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan ada 'syarat' agar harapan itu bisa terwujud.
Menurut Pandu, jika ingin virus corona hilang pada bulan Juli, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Salah satunya soal kepatuhan terhadap Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB).
"PSBB-nya harus dipatuhi oleh 80 persen penduduk. Alasannya karena pengalaman di negara lain menurun setelah dipatuhi oleh 80 persen penduduk, jadi pengalaman negara lain, bukan karangan saya," kata Pandu kepada Tribunnews, Selasa (28/4/2020).
Menurut Pandu, kepatuhan PSBB di Jakarta saja masih sekitar 60 persen, dan itu berarti menurutnya masih 20 persen lagi.
"Jadi kita harus mendorong itu supaya pertahankan dulu. Baru setelah turun kita lepas pelan-pelan. jangan dilepas sekaligus, kalau lepas sekaligus, nanti bisa naik lagi," ujarnya.
• Penyebaran Covid-19 di Wuhan Menurun Drastis, Trump Sebut AS akan Selidiki Cara China Tangani Corona
• Cara Daftar Kartu Pra Kerja Gelombang 3 di prakerja.go.id, Berikut Panduannya, Siapkan Dokumen Ini
• Diterima di 11 Universitas Ternama di Amerika, Pradana Bagikan Tips dan Trik agar Lolos Seleksi
• 222 Orang di Korea Selatan Kembali Terinfeksi Virus Corona, Sebelumnya sudah Sembuh dari Covid-19
Masih soal PSBB, Pandu berpendapat bahwa Indonesia membutuhkan PSBB berskala nasional, tidak per wilayah-wilayah seperti sekarang ini.
"Masa nanti selesai Jabodetabek menurun, tapi yang di Jawa Barat meningkat, sebetulnya kan masih belum selesai atau belum turun, artinya orang di Jabar tak bisa ke Jakarta begitu juga sebaliknya, karena masih ada PSBB. Kalau kita mau selesai, selesai serentak," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo mengatakan bahwa Presiden memerintahkan agar tes masif COVID-19 terus dilakukan hingga Mei mendatang.
Tes masif tersebut harus dibarengi tindakan lanjut salah satunya dengan pelacakan agresif terhadap mereka yang melakukan kontak dengan pasien positif.
"Serta kemudian isolasi yang ketat," kata Doni melalui konferensi pers jarak jauh, Senin, (27/4/2020).
Presiden meminta kepada semua pihak untuk terus bekerja keras dalam menanggulangi Covid-19.
Sehingga diharapkan pada Juni mendatang, kasus Corona bisa menurun di Indonesia, dan pada Juli nanti, kehidupan bisa berjalan normal.
"Presiden meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi dan mengajak masyarakat untuk lebih patuh, disiplin, dan aparat supaya lebih tegas agar pada Juni mendatang kita mampu menurunkan kasus covid di Indonesia. Sehingga pada Juli diharapkan kita sudah bisa mulai mengawali hidup normal kembali," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/pandu-riono-jjj.jpg)