Breaking News:

Jenazah ABK asal Indonesia Dilarung ke Laut, Ini Penjelasan Kemenlu RI dan Respon KBRI Beijing

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh KBRI Beijing dan kini kasus itu sedang mengurus penanganan ABK Indonesia di kapal itu.

Tangkapan layar YouTube MBC
Tangkapan layar dari video yang dipublikasikan media Korea Selatan MBC memperlihatkan, seorang awak kapal tengah menggoyang sesuatu seperti dupa di depan kotak yang sudah dibungkus kain berwarna oranye. Disebutkan pula bahwa di dalam kotak tersebut merupakan jenazah ABK asal Indonesia yang dibuang ke tengah laut oleh kapal asal China. 

TRIBUNPALU.COM - Belum lama ini, sebuah video memperlihatkan jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di kapal ikan China dibuang ke laut menjadi viral di media sosial.

Video tersebut mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan publik setelah dibahas oleh media Korea Selatan.

Kementerian Luar Negeri RI memberikan penjelasan mengenai hal ini.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan peristiwa tersebut terjadi di perairan Selandia Baru ketika kapal itu berlayar di perairan tersebut.

Masalah tersebut kini sudah ditangani perwakilan Indonesia di tiga tempat yaitu China, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

"Pelarungan jenazah dilakukan di perairan yang masuk wilayah kerja KBRI Selandia Baru," ujar Faizasyah.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh KBRI Beijing dan kini sedang mengurus penanganan ABK Indonesia di kapal itu.

"Kemudian, KBRI Beijing menindaklanjuti dengan pemerintah setempat dan KBRI Seoul yang mengurusi penanganan ABK Indonesia, termasuk pemulangan," katanya.

Viral Video Jenazah ABK asal Indonesia di Kapal China Dibuang ke Laut, Diduga Pelanggaran HAM

Menhub Budi Karya Buka Layanan Transportasi, Mensesneg Pratikno Tegaskan Mudik tetap Dilarang

Diketahui, dalam sebuah laporan stasiun MBC Korea Selatan, dijelaskan jenazah WNI yang bekerja di kapal China dilempar ke tengah laut.

Video tersebut dirilis di Youtube pada kanal MBC bertajuk "Eksklusif, 18 jam sehari kerja. Jika jatuh sakit dan meninggal, lempar ke laut, demikian dikutip dari Kompas.tv.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved