Senin, 4 Mei 2026

Kabar Internasional

Jalan Kaki Hindari Lockdown, Belasan Buruh Migran India Tewas Terlindas Kereta saat Tertidur di Rel

Berjalan kaki menyusuri rel kereta demi hindari lockdown nasional India, 16 buruh migran tewas terlindas kereta api saat tertidur di atas rel.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Gagan Nayar / AFP
Foto ilustrasi - Berjalan kaki menyusuri rel kereta demi hindari lockdown nasional India, 16 buruh migran tewas terlindas kereta api saat tertidur di atas rel. 

"Sangat sedih dengan hilangnya nyawa karena kecelakaan kereta api di Aurangabad, Maharashtra. Telah berbicara dengan Menteri Kereta Api Shri Piyush Goyal dan dia memantau situasi dengan cermat. Semua kemungkinan bantuan yang diperlukan sedang disediakan,” cuit Narendra Modi pada akun Twitternya, @narendramodi.

Pemerinta Madha Pradesh yang dipimpin Shivraj Singh Chouhan telah mengumumkan untuk memberikan kompensasi untuk pekerja yang meninggal.

Berniat Mudik, Gadis 12 Tahun di India Meninggal setelah Berjalan Kaki Sejauh 320 KM

Setelah Buka Lockdown, India Hadapi Bencana Kebocoran Gas Beracun, 800 Warga Dirawat, 13 Orang Tewas

Kebocoran gas dari pabrik kimia LG Polymers di India selatan setidaknya menelan 13 korban jiwa dan 800 warga dilarikan ke rumah sakit.

Insiden kebocoran gas besar-besaran itu terjadi di Kota Visakhapatnam di negara bagian Andhra Pradesh pada Kamis (7/5/2020) dini hari waktu setempat, tepatnya sekitar pukul 03.00 saat orang-orang masih terlelap.

Pabrik itu beroperasi kembali untuk pertama kalinya sejak lockdown diterapkan pada 24 Maret silam.

Dikutip dari BBC, pihak pabrik mengatakan, tengah menyelidiki penyebab insiden tersebut dan sedang mencari cara untuk menyediakan perawatan yang cepat bagi warga yang terdampak gas beracun tersebut.

Kisah Kasta Dalit yang Dianggap Penting Pemerintah India, Namun Tak Diperhatikan saat Wabah Covid-19

Seorang pejabat senior di Dewan Pengendalian Pencemaran Andhra Pradesh, Rajendra Reddy mengatakan, gas yang bocor itu adalah styrene.

Styrene merupakan cairan yang tidak berwarna atau kuning muda yang mudah terbakar.

Dikutip BBC dari Pusat PHE AS, cairan itu biasanya digunakan dalam produksi plastik dan resin polystyrene.

Menghirup udara yang terkontaminasi uap styrene dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan seperti batuk dan mengi (napas yang berbunyi) dan membuat penumpukan cairan di paru-paru.

Pejabat kesehatan setempat, BK Naik mengatakan kepada Reuters bahwa semua pasien yang dirawat di rumah sakit dalam keadaan stabil.

"Semua yang dirawat di rumah sakit saat ini stabil," kata BK Naik.

Asap naik dari pabrik LG Polymers setelah insiden kebocoran gas di Visakhapatnam pada 7 Mei 2020.
Asap naik dari pabrik LG Polymers setelah insiden kebocoran gas di Visakhapatnam pada 7 Mei 2020. (STR / AFP)

Misteri Angka Kematian Covid-19 yang Rendah di India, Laporkan Lebih Banyak Jumlah Kematian di Rumah

Dokter mengatakan pasien telah mengeluhkan sensasi terbakar di mata dan kesulitan bernafas.

Sebanyak 86 pasien dirawat dengan ventilator, tetapi banyak yang luka ringan telah dipulangkan.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved