Kabar Internasional
Jalan Kaki Hindari Lockdown, Belasan Buruh Migran India Tewas Terlindas Kereta saat Tertidur di Rel
Berjalan kaki menyusuri rel kereta demi hindari lockdown nasional India, 16 buruh migran tewas terlindas kereta api saat tertidur di atas rel.
Menteri Perindustrian negara bagian Goutam Reddy mengatakan telah mengambil langkah hukum terhadap perusahaan tersebut.
Kepada BBC Telugu, ia mengatakan bahwa pabrik milik Korea Selatan itu tampaknya tidak mengikuti prosedur dan pedoman yang tepat saat membuka kembali pabriknya.
"Kami ingin perusahaan untuk secara proaktif menanggapi insiden tersebut dan memastikan bahwa tingkat tanggung jawab yang sama diambil jika insiden ini terjadi di UE atau Amerika Serikat," katanya, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut telah dilaporkan ke kedutaan Korea.
Perdana Menteri Narendra Modi pun telah mengadakan pertemuan darurat bencana.
Seorang pejabat senior kepolisian di Kota Visakhapatnam, Swaroop Rani mengatakan bahwa pabrik itu dibiarkan tidak beroperasi karena lockdown.
"[Gas] ditinggalkan di sana karena kuncian. Itu menyebabkan reaksi kimia dan panas dihasilkan di dalam tangki, dan gas bocor karena itu," kata Swaroop Rani seperti dikutip dari AFP via BBC.
• Bertugas di Tengah Pandemi, 53 Jurnalis di India Dinyatakan Positif Virus Corona
Penduduk desa setempat mulai mengeluh sekitar pukul 03:30 dan polisi segera pergi ke lokasi kejadian, tetapi harus segera mundur karena takut teracuni, kata kantor berita mengutipnya.
"Seseorang dapat merasakan gas di udara dan tidak mungkin bagi kita untuk tinggal di sana lebih dari beberapa menit," katanya.
Ketika gas menyebar, penduduk dengan panik berlarian keluar dari rumah mereka.
Seorang warga yang tinggal sekitar 300 meter dari pabrik LG Polymers bernama Yashwanth Saikumar Ambati mulai mengeluhkan efek gas beracun tersebut.
"Mataku gatal, dan aku merasa mengantuk, pusing dan sedikit terengah-engah," kata Yashwanth kepada Reuters.
• Terjebak Lockdown di India, Banyak Pekerja Migran Melarikan Diri, Pemerintah Izinkan Pulang Kampung
Para pejabat mengatakan asap telah menyebar dalam radius sekitar 3 km dan orang-orang dari daerah sekitarnya dievakuasi.
Meskipun sejumlah besar telah dirawat di rumah sakit, sebagian besar harus dapat melakukan pemulihan, tambah mereka.
Sementara dikutip dari Sky News, Kamis (7/5/2020), dalam keterangan pemerintah kota, area dalam radius yang terdampak insiden itu, termasuk salah satu kawasan yang terinfeksi Covid-19.
Narendra Modi menyatakan, dia sudah berbicara dengan pejabat dari kementerian dalam negeri dan Otoritas Manajemen Bencana Nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/railways24.jpg)