Breaking News:

Kisah Pemuda Pedagang Makanan Difabel asal Tasikmalaya: Tetap Semangat dan Tak Pernah Mengeluh

Acep yang memilih berjualan makanan ringan dalam boks plastik dan ditarik badannya, ternyata punya misi mulia.

TribunJabar.id
Acep Yunus Imanudin, pemuda difabel asal Tasikmalaya yang tidak memiliki dua kaki. Dia menjalani hidup dengan rasa syukur sehingga hidupnya bahagia. 

TRIBUNPALU - Banyak pelajaran hidup yang diajarkan oleh para penyandang disabilitas, yang selalu semangat dalam menjalani hidup meski memiliki kekurangan.

Seperti kisah Acep Yunus Imanudin, seorang pemuda asal Tasikmalaya yang terlahir dengan kondisi tanpa kedua kaki.

Meski memiliki kondisi yang berbeda, pemuda berusia 25 tahun ini mengaku tak pernah dilahirkan seperti itu

Acep menyebut, dirinya menjalani hidup dengan enjoy, sebagaimana yang diterapkan oleh didikan ibunya.

"Didikan ibu-lah yang sangat mempengaruhi kehidupan saya sehari-hari. Ketika saya mulai menyadari kondisi tubuh seperti ini, ibu-lah yang terus memberikan support," kata Acep, saat ditemui di rumahnya di Kampung Aboh, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5/2020).

Acep menjadi viral setelah seorang warganet membuat video dirinya saat jualan makanan ringan di Kota Bandung.

Dalam video itu Acep terlihat menarik boks plastik berisi dagangannya sambil berjalan dengan mengandalkan kedua tangannya.

Kota Tegal Nihil Kasus Baru Covid-19, Semua Tempat Usaha di Tegal Kembali Buka Mulai 15 Mei

Tips Sembuh Covid-19 dari Twindy Rarasati: Jangan Sampai Toxic Positivity Merusak Mental

Kisah Cinta di Tengah Pandemi, Wanita Kirgizstan Terjebak di Bali lalu Jatuh Cinta pada Pria Lampung

Kisah Suka Duka Pasien Covid-19 di Wisma Atlet: Ada yang Betah, Ada yang Ingin Kabur

Acep Yunus Imanudin, pemuda Tasik tanpa kedua kaki. Dia
Acep Yunus Imanudin, pemuda Tasik tanpa kedua kaki. Dia menjalani hidup dengan rasya syukur sehingga hidupnya bahagia.

"Saya juga suka membuka-buka literatur tentang prinsip-prinsip hidup dari segi agama maupun duniawi. Kesimpulannya, nikmatilah hidup apa adanya maka anda akan bahagia," kata Acep.

Ada tiga kata kunci yang dipegang Acep. Yakni dijalani, dinikmati, dan disyukuri.

"Itulah tiga kata kunci untuk menjalani hidup apa adanya. Banyak orang normal hidupnya susah, karena tidak memegang tiga kata kunci itu," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved