MUI Rilis Fatwa Baru: Saf Salat Jumat Boleh Direnggangkan, Jamaah Memakai Masker

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa baru tentang penyelenggaran salat jumat dan jemaah di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Jemaah mengikuti Salat Jumat di Masjid Nasional Al Akbar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/3/2020). Meskipun tetap menggelar Salat Jumat di tengah wabah virus corona (Covid-19), Masjid Nasional Al Akbar Kota Surabaya menerapkan sejumlah prosedur yaitu pencucian tangan dengan hand sanitizer, pemeriksaan suhu badan, dan pemakaian masker serta pemberian jarak (social distancing) 1 meter tiap baris atau shaf jemaah. 

TRIBUNPALU.COM - Di tengah merebaknya wabah virus corona Covid-19, segala aktivitas di luar rumah, termasuk beribadah di rumah ibadah, harus dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Hal ini bertujuan untuk mencegah meluasnya penularan virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menerbitkan fatwa baru tentang penyelenggaran salat jumat dan jemaah di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia.

Fatwa MUI nomor 31 tahun 2020 itu mengatur soal penerapan physical distancing ketika ibadah salat jumat dan jemaah.

"Untuk mencegah penularan wabah Covid-19, penerapan physical distancing saat salat jamaah dengan cara merenggangkan saf hukumnya boleh, saalatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajat syar’iyyah," demikian bunyi fatwa tersebut seperti dilihat Tribunnews, Jumat (5/6/2020). 

Lewat fatwa tersebut, MUI merekomendasikan pelaksanaan salat Jumat dan jamaah perlu tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, membawa sajadah sendiri, wudhu dari rumah, dan menjaga jarak aman.

Usul Jusuf Kalla soal Sekolah Dibuka saat New Normal: 20 Orang per Kelas dengan Pembagian Shift

Lontarkan Kalimat Betah di Dalam, Ferdian Paleka Jadi Sorotan Lagi Setelah Bebas dari Penjara

Satu Keluarga di Surabaya Meninggal Dunia Diduga Terpapar Covid-19, Hasil Tes Swab Masih Ditunggu

"Menggunakan masker yang menutup hidung saat salat hukumnya boleh dan salatnya sah, karena hidung tidak termasuk anggota badan yang harus menempel pada tempat sujud saat salat," demikian lanjut bunyi fatwa tersebut.

Sementara hukum menutup mulut saat salat adalah makruh, kecuali ada hajat syar’iyyah. Karena itu, MUI menyebut salat dengan memakai masker karena ada hajat untuk mencegah penularan wabah COVID-19 hukumnya sah dan tidak makruh.

"Kemudian perlu memperpendek pelaksanaan khutbah Jumat dan memilih bacaan surat al-Quran yang pendek saat salat.

Rekomendasi selanjutnya, untuk jemaah yang sedang sakit, MUI menganjurkan agar salat di kediaman masing-masing.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fatwa Baru MUI: Salat Jumat dan Berjamaah Boleh dengan Saf Renggang dan Kenakan Masker
Penulis: Reza Deni

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved